Rabu, 15 Januari 2020 12:55 WITA

Jangan Percaya Video Jembatan Kembar Gowa Terancam Roboh 

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Mulyadi Abdillah
Jangan Percaya Video Jembatan Kembar Gowa Terancam Roboh 
Screen shot video yang beredar.

RAKYATKU.COM, GOWA - "Warga Panik Jembatan Kembar Gowa Bergeser Terancam Roboh". Begitu judul video yang ramai beredar di media sosial akhir-akhir ini.

Misalnya di platform YouTube. Video itu berdurasi 1 menit 9 detik, diunggah oleh akun Mariolo TV pada 22 Januari 2019 lalu. 

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni memastikan, video itu diambil pada tahun lalu, saat terjadinya bencana banjir di wilayah Kabupaten Gowa. 

"Sejak adanya berita ini, saya langsung mengkroscek. Tidak ada masalah di Jembatan Kambara. Allhamdulilah aman-aman saja," terangnya dalam konfirmasinya, Selasa (14/1/2020). 

Ia menegaskan, video atau informasi yang tersebar media sosial adalah informasi hoaks, sehingga masyarakat diimbau untuk dapat memilah secara baik-baik dan mencari tahu kebenarannya. 

"Saya berharap masyarakat harus bisa cerdas menggunakan media sosial. Seperti, setiap ada video seperti ini jangan langsung dipercaya atau ikut disebarluaskan, karena bisa membuat yang lainnya panik," tegasnya. 

Ia pun meminta, warga tidak perlu panik, karena video tersebut adalah hoaks. 

loading...

Hal senada juga diungkapkan Camat Pallangga Taufik M Akib saat dikonfirmasi terpisah. 

"Saya baru saja melihat langsung kondisi jembatan, tidak ada tanda-tanda posisinya bergeser, itu sepertinya video tahun lalu saat terjadi hujan dan angin kencang waktu itu," terangnya. 

Dirinya pun memastikan, jika pun informasi yang tersebar itu benar keberadaannya pastinya dirinya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar. 

"Masyarakat sekitar pun radang dengan informasi tersebut. Bahkan mereka suruh saya mencari siapa pelaku penyebar hoax itu," katanya. 

Taufik pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai berita-berita yang beredar jika itu bukan berasal langsung dari pemerintah setempat. 

"Kami tidak mungkin tinggal diam jika ada kejadian yang dianggap membahayakan warga kami. Pasti kami akan sebarkan informasi siaga jika memang ada hal-hal di luar kendali, kita perbanyak do'a saja agar daerah kita tetap aman," tutupnya.

Loading...
Loading...