Selasa, 14 Januari 2020 21:03 WITA

Hendak ke Kebun usai Banjir, Nenek 80 tahun Ditemukan Tewas Hanyut di Sungai

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Nur Hidayat Said
Hendak ke Kebun usai Banjir, Nenek 80 tahun Ditemukan Tewas Hanyut di Sungai
Proses evakuasi korban.

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Tangis keluarga pecah saat Tim SAR gabungan membawa jasad Subaedah (80), warga Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, ke rumah duka dengan kantong mayat.

Jasad korban ditemukan mengapung dengan posisi telungkup dan tersangkut di batang pohon bambu yang rebah ke sungai akibat banjir.

“Setelah kita lakukan pencarian selama 1x 24 jam, dengan melakukan penyisiran di sungai, kita temukan jasad korban mengapung dan tersangkut di pohon dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” papar Danramil Panca Lautang, Lettu CPI Junarman, Selasa(14/1/2020).

Jasad korban, kata Junarman, ditemukan sekira 2 kilometer dari rumahnya. “Kemungkinan korban terbawa arus air saat mencoba menyeberangi sungai yang baru saja airnya meluap kemarin,” terangnya.

Darmatasiah, anak korban, mengaku sebelumnya pada Senin (13/1/2020), korban minta diantar ke kebun untuk melihat tanamannya yang disapu banjir.

loading...

“Habis zuhur, mama minta diantar tapi saya tolak karena air baru saja surut. Saya janji besoknya baru mau antar dia ke sana,” kenangnya.

Darmatasiah mengaku baru sadar ibunya hilang saat pukul 22.00 Wita kemarin karena ibunya  tidak juga pulang.

“Biasanya kan dia ke masjid, tapi setelah larut malam saya khawatir dan menyusul ke kebun, tapi tidak kami temukan. Tadi pagi kami temukan jilbab dan sarungnya saja hanyut di sungai,” tuturnya.

Loading...
Loading...