Minggu, 05 Januari 2020 04:00 WITA

Gara-gara Pewarna Rambut, Wajah Wanita Ini Membesar

Editor: Andi Chaerul Fadli
Gara-gara Pewarna Rambut, Wajah Wanita Ini Membesar

RAKYATKU.COM - Seorang wanita berusia 29 tahun di Inggris menceritakan bagaimana dia menderita selama hampir sepuluh tahun alergi terhadap pewarna rambut. Bahkan hal itu hampir membunuhnya.

Pada tahun 2010, perempuan bernama Robyn Cherry itu pergi ke salon rambut untuk mengecat rambutnya berwarna coklat. 

“Saya selalu melakukan tes tempel dan menunggu 48 jam. Tetapi setelah bertahun-tahun, saya memutuskan untuk kembali ke rambut cokelat alami saya,” katanya, dikutip dari World of Buzz, Minggu (5/1/2020).

Robyn kemudian berbagi bahwa beberapa menit setelah meninggalkan salon. Kulit kepalanya mulai terbakar. Dia mengabaikan sensasi itu. Tetapi keesokan paginya dia menyadari bahwa wajahnya telah membengkak dua kali dari ukurannya.

“Kepalaku benar-benar terlihat seperti tomat, aku sangat takut. Dan rasa sakit itu menyiksa. Kepalaku terasa sangat panas hingga aku merasa seperti mau lepas,” katanya.

loading...

Dokter kemudian menemukan bahwa Robyn memiliki reaksi mengerikan terhadap paraphenylenediamine (PPD), bahan umum dalam pewarna rambut. Mereka mengatakan bahwa tes tempel yang diberikan oleh salon rambut seharusnya ditinggalkan selama 48 jam, bukan 24.

Napas Robyn kembali normal dalam 16 jam dan dia dikeluarkan dari rumah sakit. Tetapi setelah enam jam berada di rumah, dia berhenti bernapas ketika saluran udara bengkak tertutup kembali dan dilarikan kembali ke rumah sakit.

Robyn masuk dan keluar dari ruang gawat darurat setiap empat hari menderita reaksi alergi. Dia menyadari bahwa dia tidak pernah bereaksi terhadap pewarna rambut sebelumnya karena tidak ada PPD dalam pemutih.

Loading...
Loading...