Jumat, 03 Januari 2020 19:29 WITA

OPM Kembali Klaim Tewaskan 2 Orang di Awal Tahun, Aksi Anggota TNI Ini Bikin Haru

Editor: Abu Asyraf
OPM Kembali Klaim Tewaskan 2 Orang di Awal Tahun, Aksi Anggota TNI Ini Bikin Haru
Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad memberikan sembako kepada warga kurang mampu di Kampung Baidub, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua, Jumat (3/1/2020).

RAKYATKU.COM - Tahun telah berganti, namun perang belum selesai di Papua. Pasukan TNI-Polri yang bertugas terus diserang OPM lewat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Bagi pemerintah Indonesia, TPNPB ini disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kelompok ini disebut berada di balik teror yang terjadi selama ini. Termasuk kepada karyawan PT Freeport maupun pekerja jalan.

Awal tahun ini, tepatnya Rabu (1/1/2020), TPNPB kembali mengklaim telah menyerang pos TNI di areal Tembagapura. Tepatnya di Banti 1 Blok C Komobuggi. 

Disebutkan, dua honai masyarakat yang dijadikan pos TNI diserang TPNPB. Penyerangan yang terjadi siang hari itu dipimpin Yoni Beanal, komandan operasi Kodap III TPNPB Kali Kopi.

"Kami berhenti karena hujan deras. Kami belum tahu korban pihak TNI berapa yang korban. Namun, dari kami pihak TPNPB tidak ada yang kena peluru," ujar Yoni lewat TPNPBNews.

"Setelah kami koordinasi di lapangan, anggota TNI/Polri dua orang tertembak dan lain luka-luka. Dievakuasi pada hari ini tanggal 2 Januari 2020," lanjutnya. 

Sebelumnya, pasukan Brimob BKO NTT mengakui sempat terjadi kontak tembak dengan KKB Kali Kopi. Itu terjadi sekitar 10 menit pasca pergantian tahun, Rabu dini hari (1/1/2020).

Namun, dalam kontak tembak tersebut, pasukan Brimob memastikan tidak ada anggotanya yang terluka. Juga tidak ada informasi apakah ada anggota KKB yang terkena tembakan atau tidak.

Bantu Warga Panen Sagu

Pada saat TPNPB-OPM mengklaim menewaskan tentara, anggota TNI di Papua ini justru melakukan aksi simpatik. Satgas Yonif Raider 509 Kostrad yang bertugas di Bompay, misalnya.

Mereka membantu warga panen sagu. Komandan Pos Bompay, Letda Inf Henry Agung Budianto turun langsung beserta lima orang anggotanya. Itu terjadi di Kampung Bompay, Distrik Waris, Kabupaten Kerom, Kamis (2/1/2019).

Henry mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagi upaya pendampingan dalam memberikan bimbingan pengolahan sagu yang baik. Harapannya, meningkatkan penghasilan atau ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat perbatasan.

loading...

Yakob Swo (47), warga Kampung Bompay memberikan apresiasi kepada prajurit Pos Bompay. Katanya, mereka selama ini turut berperan dalam membantu pendampingan pengolahan sagu di kampungnya.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 509 Kostrad, Letkol Inf Wira Muharroma SH, PSc mengatakan, Distrik Waris merupakan daerah yang berpotensi sebagai sumber logistik wilayah yang dapat diberdayakan masyarakat.

Selain hasil kebun, hasil sagu menjadi sandaran kehidupan ekonomi masyarakat di kampung tersebut.

"Untuk itu saya telah menekankan kepada Pos  Bompay agar potensi hasil sagu yang sudah berjalan, dapat diberdayakan dan ditingkatkan melalui pendampingan serta berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan penyuluhan agar menambah pengetahuan petani sagu yang membutuhkan bimbingan bagi kesejahteraan hidup masyarakat," tegasnya. 

Bagi-Bagi Sembako

Pada bagian lain, Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad bagi-bagi bahan pokok. Aksi simpatik ini dilakukan anggota Pos Bupul 12 yang bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini.

Lewat kegiatan bertajuk "Jumat Berkah", mereka membagi-bagikan bingkisan sembako kepada warga kurang mampu di Kampung Baidub, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua, Jumat (3/1/2020).

Kegiatan ini rutin setiap hari Jumat. Digagas langsung Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya SSos, M Han.

Pada "Jumat Berkah" kali ini Pos Bupul 12 yang dipimpin Wadanpos Bupul 12 Sertu Agus Duwi S bersama empat personel lainnya, menyambangi rumah Mama Laurensia Binaujai. Salah satu warga Kampung Baidub.

"Semoga pemberian sembako ini dapat bermanfaat bagi saudara kita di Kampung Baidub, kami semua berharap melalui kegiatan ini akan mempererat tali silaturahmi dengan warga binaan serta menjadi ladang kebaikan untuk Satgas dan masyarakat perbatasan," ucap Rizky Aditya yang alumni Akmil tahun 2003.

Loading...
Loading...