Kamis, 02 Januari 2020 15:11 WITA

Kasus Keracunan Aneh di Australia: Makan Kotoran Hewan hingga Gel Silika

Editor: Nur Hidayat Said
Kasus Keracunan Aneh di Australia: Makan Kotoran Hewan hingga Gel Silika
Makan gel silika jadi salah satu kasus keracunan di Australia. (FotoL DC Dan)

RAKYATKU.COM - Dr Shaun Greene harus berhati-hati ketika menjelaskan sejumlah hal aneh yang dia temui sebagai seorang ahli racun atau toksikologi.

"Ada berbagai perilaku manusia yang kita lihat, beberapa di antaranya tidak normal atau tidak terduga," kata Dr Shaun.

Dia adalah direktur medis darurat Pusat Informasi Racun di negara bagian Victoria, yang menerima 40.000 panggilan setiap tahunnya dari orang-orang yang khawatir setelah menelan sesuatu, atau digigit ular dan serangga.

Waktu yang paling sibuk adalah saat di musim panas.

Dalam satu hari saja, timnya bisa menerima telepon dari orang tua yang khawatir karena anaknya menelan dekorasi natal. Ada pula yang mengatakan anaknya telah makan siput.

Belum lagi panggilan soal gigitan laba-laba, luka bakar akibat bahan kimia di tempat kerja.

Kemudian seorang pria menelepon dan mengaku telah menegak seluruh botol obat batuk.

Menurut laporan tahunan pada 2018, pemutih, kandungan gel silika, dan pembersih toilet adalah di antara 10 zat teratas yang 'seringkali dikonsumsi'.

Hampir 45 persen dari semua panggilan ke kantornya terkait dengan anak-anak berusia lima tahun, dan hampir 80 persen mengalami keracunan dan gigitan di rumah.

Selama bertahun-tahun mereka juga sudah menangani beberapa kasus yang terdengar aneh.

Di antaranya ada penelepon yang kesakitan karena mengoleskan krim pencabut bulu yang berlebihan ke alat kelaminnya.

Seorang penelepon mengaku menyesal karena memakan kotoran hewan.

Terlepas dari situasinya, tugas pertama tim ahli racun ini adalah bertanya kepada pasien dan penelepon tentang apa yang telah mereka lakukan dan bagaimana mereka merasakan dampaknya.

loading...

Langkah selanjutnya adalah memberikan instruksi atau mengarahkannya ke rumah sakit terdekat jika situasinya berbahaya.

"Ada sejumlah obat-obatan di mana satu atau dua pil dapat melukai seorang anak atau menyebabkan mereka menjadi sangat sakit," kata Dr Shaun.

Bagi pasien yang langsung berhasil dibawa ke rumah sakit, maka tingkat bertahan hidup mereka adalah 99 persen.

Pusat informasi racun berlokasi di Rumah Sakit Austin Melbourne, dimana poster-poster soal ular, jamur, dan racun mematikan nampak terpasang di dinding.

Mereka juga menangani keracunan dari obat-obatan ilegal tradisional.

Dr Shaun Dr Greene mengatakan telah terjadi 'ledakan' insiden yang melibatkan 'zat psikoaktif baru', yang merupakan obat sintetis yang mirip seperti kokain, ekstasi dan LSD.

Meskipun sudah dilarang di Victoria pada 2017, zat sintetis tersebut masih bisa dibeli dengan relatif mudah.

"Itu sebagian besar didorong internet," kata Dr Shaun.

"Anda dapat membeli online dan membeli beberapa produk dari perusahaan di Australia ... dan meminta zat psikoaktif ini dikirim langsung ke depan pintu rumah Anda."

Rumah Sakit Austin telah menjadi bagian dari inisiatif nasional di Australia, yakni Emerging Drug Network of Australia, yang berharap dapat meningkatkan pertukaran informasi dan kolaborasi antara rumah sakit yang berurusan dengan pasien yang mengkonsumsi obat sintetik.

Sumber: ABC Indonesia

Loading...
Loading...