Rabu, 01 Januari 2020 16:56 WITA

Buka Mukerwil DPW WI Sulsel, Ketua Harian Angkat Kisah Abu Lutbiyyah 

Editor: Abu Asyraf
Buka Mukerwil DPW WI Sulsel, Ketua Harian Angkat Kisah Abu Lutbiyyah 
Ketua Harian DPP WI, Dr Rahmat Abdurrahman (kanan) dan Ketua WI Sulsel, Ir Abdurrahim pada pembukaan Mukerwil V, Rabu (1/1/2020).

RAKYATKU.COM - Ustaz Dr Rahmat Abdurrahman Lc MA, mengangkat kisah Abu Lutbiyyah. Dia salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Tugasnya mengumpulkan zakat.

Kisah ini diketahui dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. Disebutkan, Abu Lutbiyyah menyerahkan zakat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

"Ini hadiah untuk saya," kata Abu Lutbiyyah menunjuk barang yang terpisah.

Kisah itu diceritakan ketua harian DPP Wahdah Islamiyah itu saat membuka musyawarah kerja wilayah (Mukerwil) V DPW WI Sulawesi Selatan. Acara berlangsung di aula DPP WI Antang Makassar, Rabu (1/1/2020). Acara dihadiri pengurus DPW WI Sulsel dan ketua-ketua DPD WI se-Sulawesi Selatan. 

Ustaz Rahmat melanjutkan, Nabi shallallahu alaihi wassalam kemudian bertanya, "Apakah jika Anda tinggal saja di rumah, maka orang-orang akan datang kepada Anda memberikan hadiah itu?"

Jelasnya, pemberian itu berkaitan dengan tugas yang diberikan Nabi kepadanya. Maka Nabi pun mengumpulkan semua hadiah tersebut meski dihadiahkan kepada Abu Lutbiyyah. 

Dari hadis ini, Ustaz Rahmat memetik hikmahnya.
"Hikmah yang dapat kita petik dari hadis ini adalah sifat amanah. Nabi sejak awal memberi tarbiyah kepada para sahabatnya untuk menjaga sifat amanah. Dan itu kemudian  tertanam dalam diri Ibnu Lutbiyyah. Seandainya tidak ada sifat amanah pada diri beliau, maka dia tidak akan sampaikan tentang hadiah itu kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam."

Ustaz Rahmat melanjutkan dengan mengajak para peserta mentadabburi beberapa ayat dalam Surah Al Anfal yang dimulai dengan ayat, "Wadzkuru idzantum qalilan...."

loading...

"Ingatkah dulu waktu kalian masih sedikit, saat masih diremehkan lalu setelah itu Allah jadikan kalian lebih banyak. Lalu dalam beberapa pertempuran kalian diberi kemenangan. Lalu setelah itu mulai berdatangan kebaikan-kebaikan, rezeki terbuka, wilayah kekuasaan makin luas dan di dalamnya tanah luas yang subur," ujar Ustaz Rahmat menguraikan ayat-ayat tersebut.

Ustaz Rahmat melanjutkan, "Lalu Allah ingatkan, jangan mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan mengkhianati amanah kalian... Allah kembali mengulangi kata khianat ketika menyebut kata amanah," ujar Ustaz Rahmat.

Ia melanjutkan ayat setelahnya bahwa penyebab terbesar seseorang melalaikan amanah adalah harta dan anak keturunan.

Sifat amanah berat untuk digapai, lanjut Ustaz Rahmat. Tapi di mana ada beban, maka di situ ada harga. Semakin berat amanah, maka akan semakin tinggi derajat kemuliaan seseorang.

Dalam kesempatan itu pula, Ustaz Rahmat menekankan pentingnya perencanaan. "Kemampuan merencanakan harus dijadikan fokus. Dalam manajemen, sulit melaksanakan kegiatan kalau tidak direncanakan. Apalagi jika berkaitan dengan penganggaran," kata Ustaz Rahmat.

"Buat perencanaan yang baik dengan mengacu pada hasil-hasil mukernas baru-baru ini," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...