Sabtu, 14 Desember 2019 01:00 WITA

Tagihan Peserta Melonjak, BPJS Kesehatan Bantaeng Mengaku Ada Kesalahan

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Adil Patawai Anar
Tagihan Peserta Melonjak, BPJS Kesehatan Bantaeng Mengaku Ada Kesalahan

RAKYATKU.COM, BANTAENG  -  BPJS Kesehatan Kabupaten Bantaeng angkat bicara terkait adanya warga Bantaeng yang mengeluhkan iuran yang semakin melonjak. Diketahui, seorang warga Bantaeng, Sherly menerima pesan di  November bahwa tagihan BPJS Kesehatan mencapai Rp1,920,000. Di Desember, sms tagihan kembali mengingatkan mencapai Rp5.760.000.

Kepala BPJS Bantaeng, Dilla Darwis mengaku, bahwa  pesan yang menuliskan iuran yang melonjak hingga Rp 3,8 Juta itu dikarenakan sistem yang sedang gangguan.

"Maaf, ternyata tempo hari sistem sedang gangguan. Saat ini BPJS Kesehatan sementara mengirimkan sms blast kepada peserta yang memperoleh sms blast tagihan tersebut," dalihnya.

Dilla menyampaikan bahwa atas nama Sherly memang menunggak selama 7 bulan dengan 4 anggota terdaftar BPJS kesehatan kelas I Rp 80 ribu. Dengan total tagihan yang sebenarnya sebesar Rp 2.240.000.

Mengenai pemberhentian kepesertaan BPJS, kata dia, bahwa sudah menjadi persyaratan awal sebelum mendaftar.

 "Bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta PBPU/mandiri, terlebih dahulu kami sampaikan persyaratan untuk mendaftar. Bila yang bersangkutan tidak setuju, maka proses pendaftaran tidak kami lanjutan. Tetapi bila yang bersangkutan setuju baru kami akan proses," jelasnya.

loading...

"Jadi sebelum mendaftar, yang bersangkutan sudah setuju bahwa akan mendaftarkan seluruh keluarganya sesuai KK; membayar iuran setiap bulannya, dan penonaktifan hanya berkalu bila yang bersangkutan meninggal dunia," bebernya.

Diketahui, pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Pemerintah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen mulai 1 Januari 2020. 

Pengumuman kenaikan itu resmi diberlakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

Nantinya, iuran peserta PBPU dan Bukan Pekerja (BP) BPJS akan naik 100 persen, yakni kelas I menjadi Rp 160.000 dari sebelumnya Rp 80.000, kelas II menjadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000, dan kelas III menjadi Rp 42.000 dari sebelumnya Rp 25.500. 

Loading...
Loading...