Kamis, 12 Desember 2019 12:59 WITA

Wagub Sulsel Uji Coba Jembatan Samaenre, Bukan Lagi Penjemput Maut

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Wagub Sulsel Uji Coba Jembatan Samaenre, Bukan Lagi Penjemput Maut
Wagub Sulsel di jembatan Samaenre.

RAKYATKU.COM - Satu-satunya penanda jembatan gantung di Samaenre adalah sling atau tali kawat. Kondisinya yang memprihatinkan lebih cocok disebut jembatan penjemput maut.

Betapa tidak, alas jembatan dibuat seadanya. Hanya potongan kayu yang disusun. Itupun kayunya tak beraturan. Sudah lapuk pula. Jangan kendaraan, pejalan kaki pun was-was melewati jembatan itu.

Pemandangan itu terjadi tahun lalu, 2018. Sekarang sudah berbeda. Tidak ada lagi sling itu. Sudah berubah jadi jembatan lebar. Sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, bahkan truk.

Jembatan Samaenre salah satu hasil kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. Mereka memberikan perhatian terhadap daerah-daerah terisolasi.

Salah satunya, jembatan Samaenre yang berada di wilayah pedalaman terisolasi segitiga di Kabupaten Pangkep-Barru-Bone.

Tahun 2018 lalu, jembatan Samaenre masih jembatan gantung berbahan kayu yang sudah lapuk. Kala itu, hanya bisa dilalui pejalan kaki. 

Kini di tahun 2019, jembatan itu telah dibangun dengan lebih lebar lagi. Bahkan jembatan itu kini bisa dilalui oleh mobil.

Wagub Sulsel Uji Coba Jembatan Samaenre, Bukan Lagi Penjemput Maut

loading...

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi jembatan itu. Dia didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi/Bappeda Sulsel, Prof Rudy Djamaluddin, bersama Balai Jalan Kementerian PUPR.

"Alhamdulillah jembatan Samaenre wilayah pedalaman terisolir segitiga Pangkep Barru Bone sudah bisa dilewati dengan roda empat," ujar Andi Sudirman, Kamis (12/12/2019).

Ia menuturkan, bahwa dalam kunjungan ini dirinya menyisir wilayah terisolasi Pangkep perbatasan Barru dan Bone. 

"Kali ini kami memulainya dari Tondong Tallasa Pangkep. Warga banyak bermukim di pedalaman sepanjang lebih 50-an kilometer jalan dengan medan berat. Kami bersama tim Bina Marga Provinsi dan Balai Jalan Kementerian bersama mensurvei akses jalan," ujarnya.

Pembangunan jalan Parigi-Bungoro merupakan momentum kebangkitan infrastruktur Sulawesi Selatan. 

"Begitu jalanan bagus, pertumbuhan ekonomi pasti akan meningkat. Apalagi daerah-daerah sini memiliki banyak potensi, baik pariwisata, kerajinan, kuliner, itu yang akan membuat lokasi ini banyak dikunjungi," sambung Andi Sudirman Sulaiman.

"Sejak jalan sudah dibuka dan sebagian sudah diaspal, sudah berlalu lalang truk besar yang membawa hasil pertanian ke kota," bebernya.

Loading...
Loading...