Senin, 09 Desember 2019 17:47 WITA

Penemuan Ikan Oarfish di Selayar, Kadis Perikanan: Tak Ada Salahnya Kita Waspada

Penulis: Rahmatullah
Editor: Nur Hidayat Said
Penemuan Ikan Oarfish di Selayar, Kadis Perikanan: Tak Ada Salahnya Kita Waspada
Ikan Oarfish yang ditangkap nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

RAKYATKU.COM, SELAYAR - Setelah tertangkapnya ikan Oarfish oleh nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah masyarakat menyampaikan, hal tersebut sebagai tanda-tanda alam.

Terlebih, ikan langka yang hanya muncul di permukaan laut dengan kondisi tertentu itu, kerap dikaitkan dengan peristiwa gempa dan tsunami yang akan terjadi.

Warganet di Facebook bahkan mengirimkan catatan-catatan tertentu, mengenai fenomena ikan tersebut yang muncul di beberapa daerah sebelum gempa mengguncang. Seperti di Palu dan Jepang.

Mengenai hasil tangkapan ini, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepulauan Selayar, Makkawaru angkat bicara. Dia mengaku, saat ini dirinya masih sebatas mengetahui informasi tersebut. Pihaknya belum melakukan penyelidikan lebih jauh.

"Karena saat ini saya berada di luar kota, jadi kami belum bisa pastikan betul mengenai ikan tersebut. Mengenai informasi yang tersebar di masyarakat, saya hanya menyampaikan tidak ada salahnya jika kita waspada," ujarnya saat dikonfirmasi Rakyatku.com, Senin (9/12/2019).

loading...

Makkawaru juga mengungkap belum mendapatkan penjelasan ilmiah, ikan tersebut bisa dikaitkan dengan akan adanya gempa bumi dan tsunami.

Dia juga mengaku baru pertama kali melihat jenis ikan tersebut. Bahkan di Kabupaten Kepulauan Selayar, sepanjang pengetahuannya, ikan tersebut baru pertama kali ditemukan nelayan.

"Yang perlu kita pastikan, apakah ikan itu termasuk jenis ikan yang dilindungi atau tidak. Namun mengenai anggapan masyarakat tentang gempa dan tsunami, tetap perlu diwaspadai," jelasnya.

Ikan Oarfish adalah satu jenis ikan yang tinggal di kedalaman laut 100 sampai 1.000 meter. Ikan ini sering dianggap sebagai penyampai pesan akan kemunculannya di tengah masyarakat saat terdampar.

Loading...
Loading...