Minggu, 08 Desember 2019 16:37 WITA

Tak Mampu Bayar Biaya Sekolah, Ayah Bakar Diri di Depan Guru

Editor: Abu Asyraf
Tak Mampu Bayar Biaya Sekolah, Ayah Bakar Diri di Depan Guru
Aksi bakar diri di Lebanon.

RAKYATKU.COM - Seorang ayah datang ke sekolah anaknya. Dia diminta menghadap. Anaknya sudah beberapa bulan tak membayar biaya sekolah.

Di sekolah, terjadi perdebatan dengan manajemen sekolah. Si ayah tidak punya uang. Krisis ekonomi di Lebanon membuat banyak karyawan di-PHK.

Dalam perdebatan itu, si ayah nekat membakar dirinya. Dia akhirnya meninggal akibat luka bakar tersebut. Peristiwa itu terjadi Februari 2019.

Sembilan bulan kemudian, kasus serupa terjadi lagi. Seorang pria di Lebanon berusaha bakar diri saat unjuk rasa di Beirut pada hari Sabtu (7/12/2019).

Para pengunjuk rasa di Riad al-Solh Square membekap api dengan jaket dan selimut. Pria itu, yang tidak kehilangan kesadaran, dievakuasi dengan ambulans Palang Merah.

"Seorang pria membakar dirinya sendiri, tim Palang Merah Lebanon turun tangan," tulis organisasi itu di Twitter.

Kantor berita resmi ANI melaporkan bahwa seorang lelaki berusia empat puluhan menyiram bensin sebelum membakar dirinya.

Sementara alasan tindakannya tidak diketahui, Lebanon berada di ambang kehancuran ekonomi di tengah kelumpuhan politik dan gerakan protes yang sedang berlangsung.

loading...

Pada hari Sabtu, puluhan orang berkumpul di pusat alun-alun Riad al-Solh untuk demonstrasi lain melawan penguasa elit negara itu.

Protes dimulai pada 17 Oktober, memobilisasi ratusan ribu warga Lebanon menuntut diakhirinya korupsi dan kepemimpinan yang tidak kompeten.

Situasi keuangan Lebanon, yang sudah genting sebelum protes, telah memburuk sejak saat itu. Dalam beberapa minggu terakhir, ribuan orang kehilangan pekerjaan atau gaji mereka dipotong.

Beberapa kasus bunuh diri telah dilaporkan dalam beberapa hari terakhir, dengan kesulitan keuangan yang diyakini sebagai faktor pendorong.

Perdana Menteri yang akan keluar Saad Hariri meminta bantuan keuangan sekutu Arab dan Barat pada hari Jumat.

Paket bantuan $ 11 miliar atau 10 miliar euro yang dijanjikan pada konferensi yang dijuluki CEDRE di Paris pada April 2018 belum dibuka oleh donor karena kurangnya reformasi.

Loading...
Loading...