Selasa, 03 Desember 2019 00:30 WITA

Digigit Nyamuk di Rumah Mertua, Tentara Ini Tembak Istri dan Ipar yang Pengantin Baru

Editor: Abu Asyraf
Digigit Nyamuk di Rumah Mertua, Tentara Ini Tembak Istri dan Ipar yang Pengantin Baru
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Seorang lelaki tentara di Bihar menembak mati istri mudanya dan saudari iparnya yang baru menikah sebelum bunuh diri dengan mobil yang sedang berjalan, tampaknya marah karena digigit nyamuk di rumah mertuanya yang mengakibatkan demam berdarah.

Polisi mengatakan tentara bernama Vishnu Sharma (35) itu dibawa ke Patna untuk perawatan demam berdarah. Tiba-tiba mengeluarkan revolver dinasnya.

Dia menembak mati istri dan ipar perempuannya dari jarak dekat. Setelah itu, dia menembak dirinya sendiri. Vishnu Sharma akhirnya tewas, Minggu (1/12/2019).

Kedua anaknya yang berusia 7 dan 6 tahun secara lolos dari maut. Sopir yang mengangkut mereka buru-buru menghentikan mobil setelah mendengar letusan senjata dan teriakan minta tolong. 

Saksi mata mengatakan, saat bepergian dengan mobil, tentara itu bertengkar hebat dengan istrinya. Dia bilang, andai tidak berkunjung ke rumah mertuanya, dia tidak akan terkena demam berdarah.

"Dia (tentara) mengatakan digigit nyamuk di rumah mertuanya yang membuat dia menderita demam berdarah. Namun, ditentang istri dan ipar perempuannya," ungkap kerabat dekat korban.

Loading...

Tak tahan emosi, dia membunuh keduanya dengan revolver dinas. Saat warga mendekat untuk memberi pertolongan, Vishnu Sharma juga menembak dirinya.

Keluarga mengatakan tentara itu mengalami depresi karena menderita demam berdarah. Mereka tidak tahu dia membawa senjata api saat pergi untuk perawatan.

Tentara itu bertugas di Gujarat, India. Dia datang ke rumah mertuanya bulan lalu untuk menghadiri pernikahan adik iparnya. 

"Papa pertama membunuh bibi dan kemudian mumi sebelum bunuh diri," kata putranya yang lebih tua Virat (7).

Wakil kepala polisi setempat, Manoj Kumar Pandey mengatakan, tentara itu menderita demam berdarah sebulan terakhir. Sejak itu, perilakunya terlihat tidak normal.

Loading...
Loading...