Sabtu, 30 November 2019 01:31 WITA

Jelang HUT OPM, Mahfud MD Terbang ke Papua

Editor: Adil Patawai Anar
Jelang HUT OPM, Mahfud MD Terbang ke Papua

RAKYATKU.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, dirinya akan bertolak ke Papua malam ini untuk melakukan kunjungan kerja. Dia mengungkapkan, keberangkatannya ini untuk melihat kondisi Papua saat HUT OPM, 1 Desember mendatang.

"Saya akan kunjungan kerja biasa. Saya akan dialog dengan masyarakat sipil, termasuk itu juga (HUT OPM), akan kita lihat apa yang terjadi," katanya di kantornya, Jakarta, dilansir merdeka, Jumat (29/11).

Menurut dia, saat ini tidak ada masalah luar biasa di sana. "Saya lihat tidak akan ada masalah luar biasa. Biasa-biasa saja di Papua," jelasnya.

Mantan Hakim MK itu menegaskan, keadaan sekarang sudah tenang saja. Jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Sudah jauh lebih baik membaik daripada yang sudah-sudah. Artinya sekarang tidak ada letupan-letupan yang membuat suasana menjadi lebih panas. Laporan-laporan yang masuk itu sudah mendingin, jauh lebih dingin," pungkasnya.

Sejumlah pesan dititipkan Presiden Joko Widodo untuk Mahfud. Pesan Jokowi disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

"Karena Pak Menko akan berangkat ke Papua malam ini. Tadi saya menyampaikan beberapa hal titipannya Pak Presiden," ucap Pratikno di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Loading...

Salah satu pesan Jokowi, kata Pratikno, agar terus dilakukan pendekatan pada masyarakat Papua.

"Ya intinya, harus ada upaya terus untuk bagaimana pendekatan kesejahteraan, pendekatan budaya, untuk membangun Papua, ekonomi Papua," jelas Pratikno.

Sebelumnya, Majelis Rakyat Papua (MRP) bertemu dengan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, kemari. MRP menyampaikan beberapa hal, salah satunya meminta agar aparat ditarik dari tanah Papua.

"Pentingnya penghapusan tindakan kekerasan di Tanah Papua. Dalam konteks ini, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh mengenai pendekatan keamanan di Tanah Papua. Hendaknya pendekatan persuasif lebih diutamakan," kata Ketua Pokja Adat MRP Provinsi Papua, Demas Tokoro, usai bertemu di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Demas menjelaskan, penempatan personel kepolisian maupun prajurit TNI tidak cocok dengan masyarakat di sana. Sebaliknya, justru pendekatan sosiologis sangat kurang dilakukan aparat.

"Karena pendekatan sosiologis bisa dilakukan, budaya bisa dilakukan, kemanusiaan, dan mental spiritual, itu penting untuk orang Papua," kata Demas.

Loading...
Loading...