Jumat, 29 November 2019 14:37 WITA

Ilmuwan Terkejut, Bangkai Anjing Berusia 18.000 Tahun Ditemukan Masih Utuh di Rusia

Editor: Nur Hidayat Said
Ilmuwan Terkejut, Bangkai Anjing Berusia 18.000 Tahun Ditemukan Masih Utuh di Rusia
Foto: The Royal Society.

RAKYATKU.COM - Para ilmuwan dibuat terkejut dengan penemuan bangkai anak anjing prasejarah di timur Rusia. Di sisi lain, mereka belum bisa memutuskan apakah bangkai itu benar-benar anak anjing atau serigala.

Para ilmuwan Rusia menemukan anjing itu terkubur dalam endapan es di dekat Yakutsk, di ujung timur Siberia wilayah Rusia. Itu adalah sebuah wilayah terkenal karena signifikansi paleontologisnya yang kaya.

Bangkai itu kemudian dikirim ke Unit Akselerator Radiokarbon Universitas Oxford untuk penanggalan. Terungkap bahwa bangkai setidaknya berusia 18.000 tahun.

Makhluk itu hidup selama periode Pleistosen Bumi - biasanya disebut sebagai Zaman Es terakhir.

Meskipun sudah lewat hampir 20.000 tahun sejak anjing itu mati, tubuhnya dalam kondisi luar biasa, dengan bulu, gigi, dan hidungnya hampir terpelihara dengan sempurna.

Analisis genom lebih lanjut mengonfirmasi bahwa anjing itu berjenis kelamin jantan, dan sejak ditemukan dinamai Dogor, yang merupakan bahasa Yakutsk -yang berarti "teman".

Penemuan anak anjing itu menimbulkan beberapa ambiguitas bagi para peneliti Swedia dan Rusia yang bertugas menganalisis bangkainya.

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Royal Society Inggris, dimasukkan dalam sebuah artikel yang melihat dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap rubah Arktik.

David Stanton, salah satu penulis artikel dan peneliti di Pusat Palaeogenetika Swedia, mengatakan bahwa biasanya "relatif mudah untuk mengetahui perbedaan" antara bangkai serigala dan anjing.

Dalam kasus Dogor, masalahnya sedikit lebih rumit, karena Stanton mengatakan asal usul spesimen itu dikaitkan kembali ke masa ketika beberapa populasi serigala, diperkirakan, sedang dipelihara layaknya anjing.

loading...

Pada saat yang sama, menurut para peneliti, akhir masa Pleistosen - sekitar 11.700 tahun yang lalu - adalah "adalah periode perubahan dramatis dalam ketersediaan habitat", yang menghasilkan "perusakan habitat, persaingan dari spesies invasif, dan perubahan iklim" .

"Kami sudah memiliki banyak data dari hal itu, dan dengan jumlah datanya, Anda berharap untuk mengetahui apakah ia anjing atau serigala," kata Stanton.

Saat ini, masih belum jelas kapan tepatnya anjing mulai dijadikan hewan peliharaan. Satu studi dari tahun 2017 menunjukkan bahwa proses domestikasi (membuat anjing menjadi hewan peliharaan dan hidup bersama manusia) terjadi antara 20.000 dan 40.000 tahun yang lalu, berawal dari populasi serigala Eropa yang berbeda.

Namun, ada penelitian lain yang menyatakan bahwa domestikasi terjadi di berbagai tempat sekaligus.

Salah satu spesimen mirip anjing tertua juga berasal dari Rusia, dengan penemuan tengkorak kuno pada tahun 2011 yang berasal dari masa sekitar 33.000 tahun lalu.

Namun, pada saat itu anjing mungkin bukan jenis yang ramah manusia seperti yang dikenal saat ini.

Dogor ditakdirkan untuk menjalani lebih banyak tes, dan tergantung pada apa yang peneliti temukan dia bisa menjadi salah satu temuan paling penting dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: ABC Indonesia

Loading...
Loading...