Jumat, 29 November 2019 11:09 WITA

30 Ribu Pasien Antre hingga 2021, Ningsih Tinampi Kantongi Rp70 Juta Sehari

Editor: Abu Asyraf
30 Ribu Pasien Antre hingga 2021, Ningsih Tinampi Kantongi Rp70 Juta Sehari
Ningsih Tinampi

RAKYATKU.COM - Berapa kekayaan Ningsih Tinampi sekarang? Kalau dihitung dari tarif yang dikenakan, praktisi pengobatan tradisional itu kini sudah jadi miliarder.

Bayangkan, pasien yang masuk daftar antrean hingga saat ini sudah mencapai 30 ribu orang. Itu yang belum diobati. Tidak terhitung yang telah diobati.

Saat ini, antrean tercatat hingga 2021. Artinya, pasien yang mendaftar saat ini, baru bisa diobati dua tahun ke depan. 

Setiap pasien dikenakan biaya pengobatan Rp300 ribu. Itu untuk jalur normal. Menunggu sesuai jadwal antrean. Jika mau cepat, ada jalur cepat yang bisa ditempuh.

Namun, jalur cepat ini, maharnya lima kali lebih mahal, Rp1,5 juta. Pasien jalur cepat pun sudah antre panjang. Sudah ada 400 pasien yang terdaftar. 

Salah seorang petugas pendaftaran di klinik Ningsih Tinampi mengatakan, pendaftaran jalur cepat sudah ditutup untuk sementara.

"Sudah ada 400 pasien jalur privasi. Sementara ditutup karena ibu akan umrah tanggal 15 Desember. Tanggal 11 Desember sudah nggak ada pengobatan sampai pulang umrah," terang petugas tersebut seperti dikutip dari Detikcom.

Kuota pasien jalur cepat dibatasi 40-50 per hari. "Sebenarnya 40 orang, 10 orang itu untuk yang darurat," katanya.

loading...

Artinya, dalam sehari, Ningsih bisa mendapatkan mahar pengobatan hingga Rp60 juta. Itu baru dari jalur cepat. Belum dihitung tarif biasa Rp300 ribu per pasien. 

Jika dalam sehari mampu mengobati 40 orang pasien biasa, maka maharnya bisa mencapai Rp12 juta. Sehingga totalnya, Ningsih bisa mengumpulkan mahar hingga lebih dari Rp70 juta.

Setiap hari, tempat pengobatan Ningsih di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur selalu dipadati pasien.

Seorang warga, Zainul Arifin mengaku datang mendaftarkan keluarganya. Pasien tersebut saat ini berstatus tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan.

"Orangnya masih di Taiwan," kata warga Tulangan, Sidoarjo itu seperti dikutip dari Detikcom.

Zainul bilang, calon pasien itu baru mendapat giliran pada 13 Januari 2021.

Loading...
Loading...