Kamis, 28 November 2019 10:16 WITA

Usai Berkelahi, Kadis Perumahan Bantaeng Kembalikan Mobil Dinas dalam Kondisi Penyok

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Usai Berkelahi, Kadis Perumahan Bantaeng Kembalikan Mobil Dinas dalam Kondisi Penyok
Andi Anwar (kanan) saat mengembalikan mobil dinasnya, Kamis (28/11/2019). (FOTO: ISTIMEWA)

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Masih pagi-pagi sekali ketika Andi Anwar datang ke kantor bupati Bantaeng. Dia menyetir sendiri mobil dinasnya. Toyota Avanza DD 23 F.

Setelah turun dari kendaraan, dia bilang mau kembalikan mobil dinas itu. Tiga personel Satuan Polisi Pamong Praja menyambutnya. Dua di antaranya belum sempat pakai sepatu.

Mereka berempat lalu berpose dengan latar belakang mobil dinas itu. Andi Anwar mengenakan kemeja batik biru. Celana kain abu-abu tua dan sepatu kets.

Bak model, tangan kiri Andi Anwar bertolak pinggang. Sementara tangan kanan menopang kepala. Siku kanan bertumpu pada kaca belakang mobil.

Namun, ada yang aneh pada mobil itu. Saat dikembalikan Kamis pagi (28/11/2019), sepanjang sisi kiri tampak penyok. Dalam video yang diperoleh Rakyatku.com, seseorang terdengar mengatakan bahwa mobil itu baru saja ditabrakkan.

Usai Berkelahi, Kadis Perumahan Bantaeng Kembalikan Mobil Dinas dalam Kondisi Penyok

loading...

"Buntut perkelahian kemarin, Pak Anwar sudah kembalikan randisnya. Tapi randisnya rusak, tapi tidak tahu siapa yang rusak," ujar seorang sumber yang menyaksikan pengembalian randis itu.

Sehari sebelumnya, Andi Anwar yang menjabat kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Bantaeng adu jotos dengan sesama pejabat. Lawannya, Kabid Aset BPKD Bantaeng, Ahmad dan Kepala Dinas BKPSDM Bantaeng, Muslimin.

Awalnya, Andi Anwar menemui Ahmad. Dia menanyakan disposisi dum kendaraan dinas. Entah bagaimana ceritanya, mereka terlibat adu mulut. Melihat pertengkaran itu, Muslimin datang berniat melerai. Namun dia ikut dimarahi Anwar.

Meski terjadi perkelahian, pihak Polres Bantaeng mengaku, jika insiden ini hanya kesalapahaman dan  tidak diperpanjang, karena tidak ada pihak yang keberatan,

Loading...
Loading...