Minggu, 24 November 2019 20:31 WITA

Dibangun di Atas Batu Keramat, Masjid di Tengah Hutan Ini Bikin Merinding

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Dibangun di Atas Batu Keramat, Masjid di Tengah Hutan Ini Bikin Merinding
Daeng Tawang (kiri) di dalam masjid tengah hutan yang belum diberi nama.

RAKYATKU.COM - Puang, begitu orang biasa menyapanya. Petani kopi kaya itu yang membangun masjid di tengah hutan. Videonya viral di media sosial.

Masjid itu berdiri di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Gowa. Berada di kaki Gunung Lompobattang. Jaraknya 62,7 kilometer dari Sungguminasa, ibu kota Gowa.

Masjid ini jadi viral bukan hanya karena dibangun di tengah hutan. Arsitekturnya yang cantik bikin orang terkesan. Pemilik akun Facebook, Nur Ramadhany bahkan dibuat merinding.

"Cantiknya ini masjid. Merinding ku lihat ki," kata dia dalam video viral yang dia unggah ke media sosial. 

Video yang diunggah Nur Ramadhany itu sudah 680.240 kali ditonton. Itu hingga Minggu sore (24/11/2019) pukul 18.00 wita.

Daeng Tawang, warga Jeneponto, pun dibuat penasaran. Naik motor, dia menyempatkan waktu berkunjung ke masjid di tengah hutan itu. Berdua dengan seorang rekannya.

Daeng Tawang sempat menunaikan salat asar di lokasi. Berdua saja. Tidak ada jemaah lain. Maklum, permukiman warga cukup jauh dari lokasi masjid.

Dibangun di Atas Batu Keramat, Masjid di Tengah Hutan Ini Bikin Merinding

loading...

Tak banyak informasi yang berhasil dikorek Daeng Tawang. Dia hanya sempat bertemu dengan pekerja kebun. Karyawan pengusaha yang disapa "Puang" itu.

"Katanya, mereka sudah 14 tahun tinggal di sana," ujar Daeng Tawang.

Informasi sedikit lebih detail diungkap Camat Bontolempangan, Gowa, Muslimin. Dikutip dari Tribungowa.com, Muslimin bilang, masjid itu dibangun sejak sekitar lima tahun lalu.

Masjid itu, kata dia, dibangun pengusaha kopi asal Bugis. Kabarnya dari Wajo. Dia punya perkebunan kopi di tempat itu. Juga peternakan. Semua dikelola karyawan.

Rupanya ada maksud lain dari pembangunan masjid itu. Lokasi itu dahulu dikeramatkan warga. Ada yang kerap membawa sesajen. Diletakkan di kaki batu besar yang dipercaya keramat.

Puang berinisiatif menghancurkan batu besar itu. Bekasnya dibanguni masjid. Informasi dari Muslimin, masjid itu belum selesai. Akan ada tempat tinggal untuk guru mengaji.

Loading...
Loading...