Jumat, 22 November 2019 23:41 WITA

Fakultas Teknik Vs Fakultas Pertanian, Satu Mahasiswa Tewas

Editor: Adil Patawai Anar
Fakultas Teknik Vs Fakultas Pertanian, Satu Mahasiswa Tewas

RAKYATKU.COM - Tawuran antar-kelompok mahasiswa Universitas HKBP Nomensen, di areal kampus, Jumat (22/11/2019) siang tadi, menewaskan satu orang. Kedua kelompok itu, berasal dari Fakultas Teknik serta dari Fakultas Pertanian.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto menyebutkan, bentrokan dipicu persoalan sepele di luar kampus antara beberapa mahasiswa sehari sebelumnya. Persoalan tersebut kemudian berlanjut di kampus hingga menyebabkan perkelahian antara mahasiswa yang meluas menjadi tawuran.

"Awalnya karena masalah Futsal. Ada yang tidak terima kemudian mengembang menjadi perkelahian di kampus dan tawuran," ujar Dadang.

Dadang menjelaskan, para mahasiswa saling serang menggunkan batu, balok dan juga senjata tajam. Akibatnya dua orang mahasiswa menjadi korban.

Seorang mahasiswa berinisial AMS alias R, tewas. Mahasiswa Fakultas Pertanian itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSU Pirngadi Medan dengan luka tikaman di bagian dadanya. Sedangkan satu lainnya bermarga Naibaho, yang kini sedang dirawat akibat luka bekas bacokan di bagian kepala.

"Kondisi seperti ini sebenarnya sudah berulang kali terjadi. Namun baru kali ini memakan korban jiwa. Kita berharap semua pihak bisa menahan diri dan mendinginkan situasi. Baik dari civitas akademika Fakultas Teknik maupun Fakultas Pertanian,” pungkasnya.

loading...

Dari kejadian itu Dadang juga mengharapkan dari pihak Rektor dan mahasiswa dapat bekerjasama untuk menyelesaikan maslah tersebut.

“Mereka yang berbuat harus diamankan. Sejauh ini masih dalam penyelidikan,” katanya.

Hingga menjelang magrib, situasi jalanan di kawasan kampus HKBP Nomensen Medan yang sebelumnya mencekam, sudah mulai kondusif.

Pihak kepolisian dari Polrestabes Medan dan personil Polsek jajaran ikut membantu ke lokasi guna membuat situasi kembali kondusif. “Kita sudah lakukan upaya pengamanan dan berkoordinasi dengan pihak Rektorat guna mencegah terjadinya bentrokan susulan,” pungkasnya.

Sementara itu, jasad AMS alias R korban bentrokan, telah dibawa personil Polsek Medan Timur dan Sat Reskrim Polrestabes Medan ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan autopsi.

Loading...
Loading...