Jumat, 22 November 2019 14:05 WITA

Balas Dendam, Ibu Potong P*nis Pedofil yang Perkosa dan Bunuh Putrinya

Editor: Suriawati
Balas Dendam, Ibu Potong P*nis Pedofil yang Perkosa dan Bunuh Putrinya
Veronique Makwena

RAKYATKU.COM, AFRIKA SELATAN - Seorang ibu diadili karena memotong penis seorang pria sebagai tindakan balas dendam karena memperkosa dan membunuh putrinya yang berusia lima tahun. 

Namun karena tindakannya itu, Veronique Makwena, 23 tahun, diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan, bersama dengan iparnya, Noxolo Maneli dan temannya, Siyabonga Pakade.

Untuk kasus ini, mereka didampingi oleh pengacaranya bernama Fundile Matoto, yang setuju bekerja tanpa dibayar, setelah kasus tersebut menarik perhatian nasional.

Dalam pernyataannya, Matoto mengatakan mereka tidak menyangkal serangan itu terjadi, tetapi ia berpendapat bahwa tuduhannya harus dikurangi.

"Menurut saya, kasus ini adalah masalah penyerangan," katanya kepada News24.

Balas Dendam, Ibu Potong P*nis Pedofil yang Perkosa dan Bunuh PutrinyaKasus ini bermula setelah putri Makwena, Chantelle, hilang dari rumahnya di Port Elizabeth pada Agustus tahun ini. Pada saat itu, Makwena dan saudara perempuannya pergi ke toko-toko yang berjarak sangat jauh.

Mereka meninggalkan Chantelle bersama seorang teman. Dan ketika mereka tiba di rumah, hari sudah gelap dan si kecil tidak terlihat di mana pun.

Makwena mengatakan dia menghabiskan sepanjang malam untuk mencari putrinya, tetapi ia tidak dapat menemukan jejaknya.

Tubuhnya yang berdarah akhirnya ditemukan terpuruk di toilet umum pada hari berikutnya oleh suami Makwena.

Penyelidikan polisi pun diluncurkan, dan mereka mencurigan seorang pria berusia 20-an. Polisi kemudian mengambil sampel untuk tes DNA, tetapi mereka mengatakan bahwa mereka tidak bisa menangkapnya sampai hasilnya keluar.

loading...

Sekitar sebulan kemudian, Makwena, bersamanya dengan Maneli dan Pakade menghadapi pria itu, dengan mengatakan bahwa ia bertanggung jawab atas kematian Chantelle.

Selama konfrontasi, ketiga wanita itu dituduh memotong penis tersangka.

Pria itu dibawa ke rumah sakit, dan dia menyebut ketiga wanita itu sebagai penyerangnya. Dia juga menjalani operasi untuk memasang kembali penisnya, dan itu berjalan sukses.

Makwena ditangkap tak lama setelah itu dan ditahan di penjara selama dua minggu, sampai badan amal Enough is Enough membantu mengumpulkan dana untuk membayar uang jaminannya.

Kasus ini telah menarik perhatian nasional, termasuk dari LSM Project Inmate, yang menerbitkan foto-foto Makwena sebelum persidangannya.

Berbicara kepada News24 di luar pengadilan pada hari Rabu, Makwena berkata: "Ketika [Chantelle] ditemukan, hati saya tenggelam, saya hancur."

"[Putri] saya sudah pergi. Sementara kami mencarinya sepanjang malam, dia berbaring di toilet dingin itu. Saya hancur."

Seorang hakim menunda kasus itu sampai bulan Februari tahun depan, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. 

Loading...
Loading...