Kamis, 21 November 2019 13:58 WITA

Wagub Sulsel Kunjungi Kementerian Pembangunan Nasional Singapura

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Nur Hidayat Said
Wagub Sulsel Kunjungi Kementerian Pembangunan Nasional Singapura
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (kanan), melanjutkan agenda kunjungan di Singapura dengan menghadiri kegiatan di Kementerian Pembangunan Nasional Singapura.

RAKYATKU.COM, SINGAPURA – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melanjutkan agenda kunjungan di Singapura dengan menghadiri kegiatan di Kementerian Pembangunan Nasional Singapura, Rabu (20/11/2019).

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan Rising Fellowship Programme yang digagas oleh Pemerintah Singapura dimulai, 18-21 November 2019.

Pada kesempatan ini, Andi Sudirman menyampaikan pendapatnya perihal proses pemerintahan di Indonesia yang terbagi atas tiga lapisan yakni pemerintah pusat, provinsi, dan daerah kabupaten/kota. 

Dengan kompleksitasnya masing-masing apabila dibandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki dua lapisan dengan populasi yang jauh lebih sedikit.

“Kerjanya yang penting, visinya sudah jelas, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh rakyat Indonesia mewujudkan visi itu. Visi Presiden sudah jelas, jadi kalau itu sudah jelas, tinggal bagaimana Pemerintah dan Lembaga saling berintegrasi dan melihat kebijakan secara jangka panjang," jelas Andi Sudirman.

Kegiatan ini juga diisi dengan seminar yang mengangka topik ‘Kolaborasi Lintas Lembaga dalam Pelayanan Pemerintah untuk Lingkungan yang Lebih Baik’ yang dibawakan oleh Direktur Kebijakan dan Perencanaan Kementerian Pembangunan Nasional Singapura, Mr Ramzi Babjee.

loading...

"Kolaborasi sangat penting antar lintas lembaga, sehingga dengan kolaborasi tersebut, dapat membantu masalah-masalah sosial masyarakat," jelas Direktur Bagian Kebijakan Dan Perencanaan, Mr Ramzi Babjee.

Di hari sebelumnya, Selasa (19/11/2019), Andi Sudirman berkesempatan mengunjungi Field Visit di Thong Siek Food Industry, yang merupakan produsen sekaligus distributor produk makanan laut berbasis surimi (pasta ikan cincang).

Pabrik yang canggih ini memiliki luas 70.000 kaki persegi memproses lebih dari 25.000 kilogram daging ikan setiap hari dan lebih dari 60 jenis produk berbasis ikan yang menggugah selera untuk pasar lokal dan internasional.

"Peran revolusi industri 4.0 dalam proses pembuatan produk seperti automasi lantai, auto packing, dan lain-lain sangat terlihat dalam pengelolaan Tong Siek Food Industry ini," ungkap Andi Sudirman.

Selama kurang lebih satu jam, seluruh peserta RFP mendapat kesempatan untuk berkunjung ke dalam pabrik melihat proses pembuatan produk-produk Thong Siek Food Industry.

Loading...
Loading...