Selasa, 19 November 2019 13:46 WITA

Diolok-olok Temannya Usai Dicabuli Guru Ngaji, Bocah Pinrang Ini Akhirnya Terus Terang ke Ibunya

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Mays
Diolok-olok Temannya Usai Dicabuli Guru Ngaji, Bocah Pinrang Ini Akhirnya Terus Terang ke Ibunya
Dalle (duduk) usai dijemput aparat dari Satreksrim Polres Pinrang.

RAKYATKU.COM, PINRANG -- Entah apa yang ada di benak Dalle (72). Meski sudah berusia senja, warga Kampung Tanacicca, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini, bukannya memperbanyak ibadah, malah mencabuli salah seorang bocah.

Pria renta yang berprofesi sebagai guru mengaji ini, harus dijemput aparat kepolisian. Itu setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap NA (7), siswi SD yang merupakan anak asuhnya.

Awal perbuatan bejat kakek cabul ini terungkap, saat korban diolok-olok teman mengajinya.

"Tantenya mendengar olokan teman-temannya, bahwa anakku sudah diperkosa sama guru ngaji. Pas saya tanya, dia baru cerita kejadiannya," kata SP, ayah korban saat ditemui di ruang Penyidik PPA Satreskrim Polres Pinrang, Selasa (19/11/2019).

Saat ditanyai lebih jauh, terungkap jika perbuatan bejat tersangka ternyata lebih dari satu kali.

"Katanya sudah tiga kali. Pantas dia sempat mengeluh sakit pada bagian intimnya dan sempat demam juga. Pas mamanya periksa anunya, baru ketahuan," ungkapnya.

loading...

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara, mengaku setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menjemput tersangka di rumahnya.

"Tersangka mengakui perbuatannya dengan melakukan pencabulan terhadap korban," ujar AKP Dharma.

Saat itu kata AKP Dharma, tersangka mengajak korban masuk ke dalam kamar. Dia menggendong korban. Lalu muncullah nafsu bejat tersangka. Dia kemudian meraba-raba alat kelamin korban dengan cara membuka celananya.

Saat ini kata Dharma, penyidik masih melakukan interogasi. Apakah tersangka menyetubuhi korban.

"Masih kita tunggu hasil visum et repertum, yang belum dikeluarkan pihak rumah sakit. Penyelidik juga masih melakukan pengembangan, apakah ada korban lain," tutupnya.

Loading...
Loading...