Senin, 18 November 2019 11:55 WITA

PDIP Ingin Kasus Penodaan Agama Sukmawati Tak Diperpanjang, Tengku Zul, "Enak Aja"

Editor: Mays
PDIP Ingin Kasus Penodaan Agama Sukmawati Tak Diperpanjang, Tengku Zul,
Tengku Zulkarnain

RAKYATKU.COM - PDIP berharap, kasus penodaan agama yang menjerat Sukmawati Soekarnoputri, tidak berlanjut. Itu diungkap politikus partai berlambang moncong putih itu, Hendrawan Supratikno. 

Sukmawati dilaporkan oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke Polda Metro Jaya. Dia dianggap menistakan agama, dalam sebuah forum yang videonya beredar di media sosial.

Dalam video itu, Sukmawati bertanya kepada para penonton soal Pancasila dan Alquran, serta pertanyaan soal Soekarno dan Nabi Muhammad SAW.

"Mana yang lebih bagus Pancasila sama Alquran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silakan duduk," ucap Sukmawati dalam video itu.

Dilansir dari Okezone, Hendrawan mengatakan, pihaknya ingin perkara itu tidak perlu diperpanjang. Karena ia percaya, kalau Sukmawati tidak bermaksud untuk menistakan agama.

"Tidak perlu diperpanjang, karena memang niatannya bukan untuk meremehkan atau menistakan," ucap Hendrawan.

Atas permintaan politikus PDIP itu, Tengku Zulkarnain dalam akun twitternya, @ustadtengkuzul merespons sambil menyertakan link salah satu portal berita.

"Enak saja...
Kalau baru pertama mungkin masih bisa dimaafkan.
Tapi kalau sengaja berkali kali itu namanya sudah sikap dan pendirian.
Provokator dengan membenturkan Agama dengan Pancasila, tokoh Nasional dgn Baginda Nabi, itu sangat BERBAHAYA.
Proses...!," cuitnya.

Seorang warganet, @twitjelata, kemudian mengunggah link dari NU Online, yang memuat pernyataan MUI Pusat, yang minta masyarakat abaikan pernyataan tidak logis Sukmawati.

loading...

"Ente masih pengurus MUI bukan, tad?" tanya @twitjelata.

Tengku Zulkarnain kemudian menjawab, kalau itu adalah sikap pribadi orang MUI tersebut.

"Itu sikap pribadi dia. Bukan sikap MUI. Paham?" ungkap pria bersorban itu.

Seorang warganet lainnya, @Zahra40291660 juga membela pernyataan Tengku Zulkarnain.

"Kalau mau ibadah cara apapun, silahkan. Itu hak asasi.
Tapi jangan menghina agama orang lain," cuit @Zahra40291660 sambil menyertakan video Sukmawati berdoa dalam ritual salah satu agama selain Islam.

"Hindu kali agamanya sprtinya lbh paham cara2 hindu tuh daripda Islam.ya  pantes aj ngaku gatau syariat islam..," tulis @Gandi06430393.

Akun @saifuddeen89 menulis yang juga tampaknya membela Tengku Zulkarnain, "Sebelum tulis koment nyinyiri Ustadz sebaiknya Togog jawab dulu pertanyaan dibbawah ini:

"Menurutmu,  mana yg lebih hebat:  Soekarno atau Ayahmu?"

Loading...
Loading...