Minggu, 17 November 2019 14:54 WITA

Gunung Merapi Sempat Dipantau Lewat Drone Sebelum Meletus, Begini Hasilnya

Editor: Abu Asyraf
Gunung Merapi Sempat Dipantau Lewat Drone Sebelum Meletus, Begini Hasilnya
Gunung Merapi

RAKYATKU.COM - Mengapa Gunung Merapi kembali meletus? Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sempat melakukan pengamatan lewat drone. 

Hari ini, Minggu (17/11/2019), Gunung Merapi meletus pada pukul 10.46 WIB. Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maks 70 mm dan durasi 155 detik.

BPPTKG rupanya sudah memprediksi letusan ini. Mereka sempat melakukan pemantauan lewat drone. Itu dilakukan 30 Oktober. Setelah terjadi dua kali letusan. Pada 22 September dan 9 Oktober.

"Ternyata di tengah itu ada sumbatan lava," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida kepada wartawan, Minggu (17/11/2019).

Aktivitas serupa kemungkinan masih akan terjadi lagi walau tidak akan berukuran besar.

Loading...

Letusan terjadi karena adanya sumbatan lava yang berujung pada akumulasi gas pada kubah Gunung Merapi. Hal serupa juga menjadi penyebab terjadinya APL pada bulan Oktober.

"Kemarin ada lagi kenaikan aktivitas, kenaikan aktivitas dalam artian MPnya, banyak kemarin. MP sama vulkanik dalamnya. Yang dari dalam menuju ke permukaan menjadi sumbatan lagi yang sekarang terjadi letusan yang sekarang ini," sambung Hanik.

Menyoal adanya APL susulan, Hanik menyebut kemungkinan itu masih bisa terjadi selama Gunung Merapi berstatus aktif. Kendati demikian, ia memperkirakan APL yang terjadi tidak akan berukuran besar.

"Karena kami tidak mendeteksi adanya deformasi yang cukup signifikan, sehingga kalaupun ada letusan sama seperti yang kemarin. Artinya, potensi itu ada dengan jarak luncur kurang dari 3 kilometer," kata Hanik.
 

Loading...
Loading...