Sabtu, 16 November 2019 06:01 WITA

Usai Bunuh Istri, Anak dan Mantannya, Pria Ini Bawa Mayatnya Keliling Kota

Editor: Aswad Syam
Usai Bunuh Istri, Anak dan Mantannya, Pria Ini Bawa Mayatnya Keliling Kota
Paul Jones dan anak-anaknya.

RAKYATKU.COM, FLORIDA - Ini kasus pembunuhan paling mengerikan. Terjadi di Florida, Amerika Serikat. Korbannya, istri, 3 anaknya, serta mantan istrinya.

Nama pembunuhnya, Michael Mayne Jones. Kejadiannya pada 10 Juli 2019, di rumahnya, Florida AS.

Hari itu, Jones dan istrinya Cassie bertengkar sengit. Jones kalap, lalu berusaha memukul kepala istrinya dengan tongkat bisbol.

Namun, putranya Cameron membela ibunya. Karena itulah, dia ikut terbunuh dengan dicekik oleh ayahnya sendiri.

Setelah pembunuhan itu, Jones bingung dengan mayat-mayat tersebut, dia tidak tahu harus berbuat apa dengan mayat-mayat itu.

Supaya tidak ketahuan dan membuatnya seolah-olah masih hidup, dia pun membawa jenazah itu ke mana-mana.

Jones meletakkan jasad istri dan anaknya yang telah dibunuh di bagasi mobilnya.

Setelah itu, Jones pergi kemana pun membawa jenazah mereka, termasuk membawanya keliling kota hingga menemui mantan istrinya Sarah.

Saat bertemu dengan mantan istrinya Sarah, Jones mengatakan, dia telah berpisah dari Cassie.

Loading...

Pada saat itu, Sarah tidak mengetahui bahwa di balik bagasi mobil Jones tersimpan mayat Cassie dan anaknya.

Setelah beberapa hari, Jones mengantar Preston, salah satu putranya ke tempat pembunuhan, lalu membunuhnya pula.

Jones kembali menjemput dua anak kandungnya dengan mantan istrinya, lalu membunuh mereka dengan menenggelamkan.

Dia juga memasukkan ke tiga mayat lainnya di bagasi.

Jones lalu hendak membuang semua mayat. Tetapi apes, dalam perjalanan, dia kecelakaan dengan mobilnya. 

Polisi yang memeriksa kecelakaan itu, menemukan lima jasad anggota keluarganya di bagasi.

Mengetahui fakta itu penyidik dibuat terkejut dengan kejamannya.

"Kami telah bekerja di sini selama bertahun-tahun. Ini adalah orang yang paling jahat dan berhati dingin yang pernah kami lihat," kata Paul Boom, salah seorang penyelidik.

Loading...
Loading...