Kamis, 14 November 2019 12:55 WITA

"Aku Sudah Membunuh Istriku," Bisik Nursultan Pada Tetangganya Lalu Pulang Bunuh Diri

Editor: Suriawati
Foto: KP

RAKYATKU.COM, RUSIA - Pada malam Selasa (12/11/2019) seorang pria di kota Astrakhan, Rusia, terbangun setelah mendengar seseorang mengetuk pintunya dengan sangat keras.

Ketika pria itu membuka pintu, dia melihat tetangganya yang bernama Nursultan. Tanpa basa-basi, pria itu berbisik padanya "Aku sudah membunuh istriku."

Tuan rumah itu tidak percaya, dan dia menjawab "Berhentilah bercanda seperti ini, Nursultan!"

Dia pikir tetangganya agak mabuk. Tapi setelah tamu itu pergi, dia memutuskan untuk memeriksa apakah sesuatu benar-benar telah terjadi.

Setiba di rumah Nursultan, dia melihat pintu rumahnya terbuka. Ketika dia masuk, dia melihat adegan yang mengerikan.

Tetangganya, yang baru saja datang ke rumahnya telah bunuh diri. Sementara itu, istrinya terbaring dalam genangan darah. Anak-anak mereka, 2 perempuan dan satu laki-laki menangis di ruangan lain.

Padahal keluarga Nursultan selama ini terlihat hidup dalam damai. Mereka berdua berusia 27 tahun. Istrinya, Guldara, sedang cuti untuk merawat putri mereka yang berusia 1 tahun.

Putri kedua mereka sudah masuk sekolah, sementara anak sulungnya yang berusia 6 tahun mulai bersekolah tahun ini.

Loading...

Nursultan adalah tulang punggung keluarga. Dia mengerjakan banyak hal, seperti melakukan perbaikan apartemen serta bekerja di lokasi konstruksi.

Pada tanggal 3 November, hari ulang tahun istrinya, Nursultan menulis sebuah puisi menyentuh untuknya. Semuanya baik-baik saja dan hampir sempurna.

Tetapi hati Nursultan diliputi kecemburuan. Ada desas-desus bahwa istrinya telah berselingkuh.

Di malam pembunuhan, pasangan itu bertengkar. Pria itu menuduh istrinya tidak setia, dan dia mulai mengusirnya keluar dari apartemen. Setelah itu, dia mengambil pisau dapur dan mulai menikam istrinya hingga 20 kali.

Itu semua terjadi di depan mata anak-anak mereka, karena mereka terbangun setelah mendengarkan pertengkaran yang keras.

Pada saat ini, psikolog telah menangani anak-anak itu. Bayi yang berusia 1 tahun memang masih tidak tahu apa-apa. Namun dua kakaknya tidak akan pernah melupakan pembantaian yang mengerikan itu.

Menurut laporan Crime Rusia, anak-anak itu diambil oleh kerabat orang tua mereka.

Loading...
Loading...