Selasa, 12 November 2019 09:18 WITA

Peserta Meningkat 2 Kali Lipat, Wagub Sulsel Resmi Buka Acara Karantina Tahfidz Tahap II

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Mays
Peserta Meningkat 2 Kali Lipat, Wagub Sulsel Resmi Buka Acara Karantina Tahfidz Tahap II
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berfoto bersama para hafiz dari berbagai kabupaten di Sulsel.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka acara Karantina Tahfidz tahap II Provinsi Sulsel tahun 2019. Dirangkaikan buka puasa bersama dengan para tahfiz, yang dilangsungkan di kampus II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Jalan Cenderawasih, Senin (11/11/2019).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala BPSDM Sulsel, Imran Jausi, Kepala Bagian (Kabag) Kesra kabupaten Sidrap, Kabag Kesra Maros, Kabag Kesra Sinjai, Kabag Kesra Bone.

Kegiatan Karantina Tahfidz ini, dilaksanakan selama dua puluh hari.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulsel, H Suherman dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bukti nyata dari pemerintah provinsi Sulsel, dalam pengembangan tahfiz Alquran dengan program satu desa satu hafiz.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dasar pelaksanaan dalam DPA perubahan pada Biro Kesra Setda Provinsi Sulsel 2019 dan Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 73/1/2019 tentang pengesahan dokumen pelaksanaan satuan perangkat daerah provinsi Sulsel.

Tujuannya, salah satunya memelihara kesucian Alquran. Juga syiar Islam dalam rangka sinkronisasi meningkatkan kualitas rumah-rumah tahfiz, lebih memahami dan mengimplementasikan serta menumbuhkembangkan di masyarakat.

"Tahap I sebanyak 50 orang yang dikarantina dan sekarang ini tahap II sebanyak 117 orang. Artinya, masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini," terangnya dalam rilis yang diterima Rakyatku.com, Selasa (12/11/2019).

loading...

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku sangat mengapresiasi program hafal Alquran ini.

Harapannya adalah, dengan tahfiz sebanyak seratus orang ini, bisa membuat rumah tahfiz di daerahnya masing-masing, baik itu rumah tahfiz atau pondok pesantren.

Ia juga meminta, agar beberapa kabupaten yang belum mengikutsertakan anak didiknya, agar dicatat. Supaya ke depannya bisa melibatkan atau menyentuh 24 Kabupaten/Kota yang ada di Sulsel.

"Pesan saya kepada adik-adik, anak-anakku. Teruslah dan terus murojaah hafalannya, karena lebih sulit mempertahankan daripada menjaganya," ungkapnya.

Andi Sudirman menambahkan, setelah memahami Alquran, agar diterapkan dan diajarkan kepada hafiz. Agar hafiz ini, bisa menjadi figur di daerahnya. 

Loading...
Loading...