Sabtu, 09 November 2019 07:21 WITA

Cuma Berpenghasilan Rp3 Juta Sebulan, Pria Ini Lompat dari Apartemen

Editor: Mays
Cuma Berpenghasilan Rp3 Juta Sebulan, Pria Ini Lompat dari Apartemen
Korban melompat dari apartemen dan mendarat di atap parkiran.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Bekerja sebagai marketing, tidaklah mudah. Selain gaji pokok yang rendah, hanya mengandalkan fee dari penjualan. Karena itu, banyak tenaga marketing, cenderung bekerja ekstra keras untuk mencapai target mereka setiap bulan.

Tekanan mencari pelanggan dan mencapai target penjualan mereka, bisa sangat sulit untuk diatasi. Terutama ketika mereka bergantung pada fee untuk mendapatkan upah yang layak.

Sayangnya, stres ini dapat berkontribusi pada perkembangan kecemasan, depresi dan kecenderungan bunuh diri pada orang muda. Stres ini, jika tidak diatasi, dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti yang dilaporkan oleh China Press.

Dalam insiden tragis, seorang pria dilaporkan bunuh diri di apartemennya di Cheras. Itu setelah menghadapi tekanan keuangan yang parah. Usianya baru 32 tahun.

Menurut laporan itu, lelaki itu, yang merupakan penduduk asli Bentong, Pahang, Malaysia, tengah dilanda stres akibat masalah keuangan. Seorang temannya, telah mencoba menghiburnya. 

Kepada China Press teman korban mengatakan, almarhum telah bekerja di industri hiburan selama bertahun-tahun, sebelum bergabung dengan perusahaannya saat ini, sebagai marketing kartu kredit.

“Gaji pokoknya (almarhum) hanya sekitar RM1.000 (Rpp3,3 juta) dan dia harus membayar sewa, biaya transportasi, dan pengeluaran lainnya. Apa yang dia hasilkan tidak cukup," ujar temannya.

loading...

Rupanya pria itu juga telah berjuang untuk mencapai target penjualannya. Dan sebagai hasilnya, tidak mendapat banyak uang dari komisinya.

Almarhum ditemukan mengenakan hanya sepasang celana pendek merah oleh seorang penjaga keamanan, setelah ia melompat dari gedung apartemennya dan mendarat di tenda parkir mobil. Dia meninggal karena benturan.

Orang tua almarhum telah menentang keras keinginannya untuk bekerja sebagai marketing kartu kredit. Pasalnya, gajinya rendah. Karena pertengkaran itu, dia pindah dari rumah orang tuanya. 

Dia juga ingin menjadi pemandu wisata, dan mengikuti kursus dengan biro perjalanan sebelum dia bunuh diri.

Polisi yang menangani kasus tersebut, telah menegaskan itu adalah murni bunuh diri. Jasad almarhum telah dikirim ke University Hospital untuk autopsi lebih lanjut.

Loading...
Loading...