Senin, 04 November 2019 09:17 WITA

Berkat JKN-KIS, Iin dan Keluarga Tidak Takut Lagi Berobat

Editor: Adil Patawai Anar
Berkat JKN-KIS, Iin dan Keluarga Tidak Takut Lagi Berobat

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jika sebelumnya Iin Daeng Bau (30 tahun) tidak ingin untuk berobat di Rumah Sakit karena masalah biaya, kini hal tersebut tidak berlaku lagi bagi ibu dua orang ini. Program JKN-KIS yang hadir di Indonesia pada tahun 2014 menjadi sebuah anugerah bagi Iin dan keluarga.

Iin yang sehari-hari penghasilannya berasal dari jualan warung kelontong menceritakan bahwa sejak dua puluh tahun lalu Ia sudah mengalami kelalaian pada matanya. Saat itu Iin hanya pasrah dengan kondisi matanya akan tetapi berkat kehadiran JKN-KIS, Iin akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan pengobatan matanya.  

“Dulu saya tidak berani memeriksakan kondisi mata saya karena takut dengan biaya yang mahal apalagi kondisi keuangan kami yang pas-pasan, tetapi atas saran dari ayah saya, saya pun mendaftar menjadi peserta JKN-KIS. Saya pun akhirnya di operasi di salah satu Rumah Sakit Makassar dan tidak tanggung-tanggung seluruh biaya pengobatan operasi mata saya tersebut semua ditanggung JKN-KIS. Bahkan menurut dokter yang menangani saya, operasi tersebut  memakan biaya kurang lebih 38 juta rupiah itupun diluar dari obat," ungkap Iin.

Bagi IIn program JKN-KIS adalah program yang sangat membantu. Sebagai peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih dikenal dengan peserta mandiri, Iin yang terdaftar di kelas 3 (tiga) tersebut awalnya hanya mendaftarkan dirinya dan satu orang anaknya. Saat itu Iin merasa menyesal karena lupa mendaftarkan anak keduanya yang terpaksa harus menjadi pasien umum.

loading...

“Pernah anak saya sakit dan saat itu saya telat mendaftarkannya menjadi peserta JKN-KIS, alhasil anak saya pun harus jadi pasien umum dan kami harus membayar empat juta rupiah. Padahal dengan kasus yang sama, anak saya yang satunya juga pernah masuk Rumah Sakit tapi berkat telah menjadi peserta JKN-KIS, kami sekeluarga tidak perlu lagi mengeluarkan uang seperpun padahal baru dua bulan terdaftar kami sekeluarga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan," cerita Iin kagum.

Iin juga mengungkapkan rasa penyesalannya karena sempat menjadi peserta yang malas membayar iuran tapi Iin sadar bahwa program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan sudah sangat banyak membantunya.

“Mungkin kalau dihitung-hitung iuran yang saya bayarkan di BPJS Kesehatan belum sampai sepuluh juta rupiah, tapi biaya pengobatan saya dan keluarga sudah lebih dari itu. Saya merasa berutang dengan BPJS Kesehatan sehingga sudah jadi kewajiban saya kedepannya untuk terus rajin membayar iuran agar kartu saya tetap aktif dan bisa membantu orang lain," tutup Iin.

Loading...
Loading...