Minggu, 03 November 2019 15:51 WITA

Paulo Paulino Guajajara, Pemimpin Suku dan Penjaga Hutan Amazon yang Dibunuh Pembalak Liar

Editor: Nur Hidayat Said
Paulo Paulino Guajajara, Pemimpin Suku dan Penjaga Hutan Amazon yang Dibunuh Pembalak Liar
Paulo Paulino Guajajara. (Foto: Reuters)

RAKYATKU.COM - Paulo Paulino Guajajara adalah pemuda komunitas suku asli di hutan Amazon, Brasil, yang tewas ditembak pembalak liar. 

Ini adalah akhir kisah seorang pejuang lingkungan yang hendak menyelamatkan Amazon dari penebangan pohon ilegal.

Guajajara dilaporkan diserang dan terkena tembakan di bagian kepala saat tengah berburu, Jumat (1/11/2019). Saat itu ia berada di kawasan hutan lindung milik kelompok adat, Arariboia, di negara bagian Maranhao.

Guajajara merupakan anggota Guardian of the Forest, sebuah kelompok yang dibentuk untuk melawan kartel pembalakan liar di kawasan itu.

Pembunuhan terhadap Guajajara menunjukkan kekerasan yang makin kerap terjadi terhadap orang-orang yang berupaya melindungi Amazon.

Lembaga sipil nirlaba, Survival International, yang mengadvokasi komunitas rentan, menyebut sebelumnya tiga anggota Guardian of the Forest tewas. Serangan itu juga menyasar sanak famili mereka.

September lalu, seorang pejabat pemerintahan yang bekerja untuk melindungi masyarakat adat juga dibunuh di Tabatinga, kota di sisi barat laut Amazon.

Presiden Brasil yang dikenal populis, Jair Bolsonaro, disorot publik dalam negeri dan internasional. Ia dikritik karena gagal melindungi para pejuang Amazon.

Bolsonaro kerap menyatakan mendukung petani dan para penebang pohon yang bekerja di Amazon. Di sisi lain, ia mengkritik para pengkampanye lingkungan dan memotong anggaran badan lingkungan hidup Brasil.

Menteri Hukum Brasil, Sergio Moro, mengatakan bahwa kepolisian di tingkat federal tengah menyelidiki pembunuhan terhadap Guajajara. "Kami akan membuang waktu sia-sia untuk menyeret pelaku ke meja hijau," ujarnya.

Otoritas keamanan Brasil menyebut Guajajara ditembak di bagian kepala. Ia diserang sejumlah pembalak liar yang menginvasi kawasan lindung tersebut.

Seorang anggota adat lainnya,Tainaky Tenetehar, juga terluka akibat serangan itu.

loading...

Kepolisian Brasil menyebut salah satu pembalak liar tewas dalam kontak tembak tersebut.

Lembaga yang berfokus mengadvokasi dan mewakili 900 ribu masyarakat asli Amazon, APIB, menuding pemerintahan Bolsonaro wajib menjawab beragam tuntutan dan ketidakpercayaan.

"Ada darah pribumi di tangan pemerintahannya," demikian pernyataan tertulis APIB.

"Kekerasan yang terus meningkat di wilayah masyarakat asli adalah dampak langsung dari pidato-pidato bernuansa kebenciannya dan sejumlah kebijakan yang menekan kami," kata APIB.

Pejuang penyelamat wilayah suku asli yang wafat di usia akhir 30-an tahun itu merupakan pimpinan suku Guajajara. Ia memiliki seorang putra.

Guajajara adalah salah satu kelompok suku terbesar di Brasil, terdiri atas sekitar 20 ribu orang. Tahun 2012, mereka membentuk Guardian of the Forest untuk melindungi wilayah adat Arariboia.

"Saya takut beberapa kali, tetapi kami harus mendongak dan mengambil sikap. Kami berdiri di sini untuk berjuang," ujar Guajajara kepada kantor berita Reuters, tengah tahun ini.

"Ada banyak perusakan lingkungan yang sedang terjadi. Pohon dengan kayu sekeras besi ditebang dan dibawa keluar dari Amazon."

"Kami harus melindunginya demi masa depan anak dan cucu kami," kata Guajajara.

Sumber: BBC Indonesia

Loading...
Loading...