Rabu, 30 Oktober 2019 18:02 WITA

Sambil Menangis Bocah Yatim Piatu Ini Peluk Jasad Kedua Orang Tuanya yang Tewas Ditabrak Truk

Editor: Mays
Sambil Menangis Bocah Yatim Piatu Ini Peluk Jasad Kedua Orang Tuanya yang Tewas Ditabrak Truk
Arfan memeluk jasad ibunya untuk yang terakhir kalinya saat dikafani.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Ini benar-benar hal yang sangat menyedihkan.

Arfan menjadi yatim. Bocah laki-laki berusia 2 tahun itu, kehilangan kedua orang tuanya, Nurul Ashikin dan Muhammad Syakiran, yang tewas dalam kecelakaan di Jalan Syed Putra, KL, Selasa, 29 Oktober 2019, sekitar pukul 8 pagi, kemarin.

Selasa, 29 Oktober 2019 pagi. Sebelum meninggalkan rumah, sang ibu, Nurul Ashikin membelai rambut Arfan.

"Jika mama pulang terlambat, kamu harus tidur dengan acik (pengasuhnya), oke?," ujarnya ke Arfan. Bocah itu mengangguk pelan.

Itu adalah hal terakhir yang dia katakan kepada putranya yang berumur 22 bulan. Seakan sebuah firasat, bahwa dia akan pergi untuk selama-lamanya.

Pada pukul 8 pagi, orang tua Arfan berada di Jalan Syed Putra, menuju ke tempat kerja. Nurul Ashikin bekerja di Departemen Pekerjaan Umum dan Muhammad Syakiran adalah Kopral Tombak di Shah Alam IPD.

loading...

Mereka mengendarai sepeda motor ketika terjebak macet. Pasangan itu lalu mencoba berbelok arah, untuk menghindari kemacetan lalu lintas.  Tetapi, Syakiran yang mengemudi sepeda motornya, tidak melihat truk yang berhenti di jalur tengah. Lalu secara tragis menabraknya.

Nurul Ashikin meninggal di tempat. Suaminya sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun meninggal dua jam kemudian. Hasil post-mortem yang dirilis pada jam 1 siang pada hari yang sama menunjukkan, Nurul Ashikin ternyata tengah mengandung anak kembar.

"Tidak ada dari kita yang tahu tentang itu, mereka belum memberi tahu kita, mungkin karena itu masih pada tahap awal," ungkap salah seorang kerabat korban.

Karena pasangan yang telah meninggal itu berasal dari Kelantan, mereka akan dimakamkan di Bachok. Kasus ini akan diselidiki berdasarkan Bagian 41 (1) UU Transportasi Jalan 1987.

Pada saat jenazah dikafani di rumah sakit, Arfan dihadirkan. Sambil menangis, dia memeluk jasad sang ibu.

Loading...
Loading...