Minggu, 27 Oktober 2019 09:32 WITA

Goes to Campus, Wahdah Islamiyah Gelar Pelatihan Tanggap Bencana di STIBA Makassar

Editor: Nur Hidayat Said
Goes to Campus, Wahdah Islamiyah Gelar Pelatihan Tanggap Bencana di STIBA Makassar
Pelatihan teknik water rescue dilaksanakan di Danau Tanjung Bunga Makassar, dengan tiga stasiun materi, antara lain teknik throw (melempar alat apung), tow/carry (penyelamatan langsung kepada korban), dan pengendalian perahu karet.  

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wahdah Islamiyah (WI) melalui satuan kerja kebencanaannya, Wahdah Peduli (WP), menggelar pelatihan tanggap darurat bencana di Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Jalan Inspeksi PAM Manggala Makassar, Sabtu (26/10/2019).

Program baru pelatihan kebencanaan Wahdah Peduli ini bertajuk WP Goes to Campus, yang dilaksanakan untuk kalangan mahasiswa.

WP Goes to Campus perdana ini dilaksanakan atas kerja sama WP dengan beberapa lembaga, di antaranya Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Wahdah, SAR kota Makassar, PT Eastern Pearl Flour Mills (PT EPFM), dan STIBA Makassar.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum WP Pusat, Muhammad Musri, di hadapan 45 peserta yang merupakan utusan dari lembaga Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) STIBA Makassar.

Pembukaan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mitigasi bencana kebakaran oleh Rustam selaku Kordinator Health Safety and Environment (HSE) PT EPFM serta teknik water rescue oleh SAR Kota Makassar.

Untuk mitigasi bencana kebakaran, materi disajikan dalam dua sesi, indoor dan outdoor. Materi indoor berupa dasar-dasar pemadaman kebakaran, sedangkan materi outdoor berupa pelatihan memadamkan api kecil menggunakan karung basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

loading...

Pelatihan teknik water rescue dilaksanakan di Danau Tanjung Bunga Makassar, dengan tiga stasiun materi, antara lain teknik throw (melempar alat apung), tow/carry (penyelamatan langsung kepada korban), dan pengendalian perahu karet.  

Muhammad Syukri Turusi selaku Wakil Ketua WP Pusat menuturkan, Wahdah Peduli ke depan akan menyasar beberapa perguruan tinggi dan sekolah menengah untuk menyosialisasikan pengetahuan seputar mitigasi bencana.

“Selain itu, insyaallah kami akan memprogramkan sebuah program untuk masyarakat, yakni Kampung Tanggap Bencana,” ujar dia.

Pada akhir sesi pelatihan, alumnus Universitas Hasanuddin Makassar ini berpesan kepada seluruh peserta agar mempersiapkan diri dan peralatan yang dibutuhkan untuk tanggap darurat bencana.

“Apalagi menjelang akhir tahun yang diprediksi akan dilalui oleh curah hujan yang tinggi, khususnya wilayah Sulawesi Selatan yang sangat rawan menjadi langganan banjir,” tuturnya.

Loading...
Loading...