Selasa, 22 Oktober 2019 20:37 WITA

Segalanya Mudah dan Tidak Repot Berkat JKN-KIS

Editor: Adil Patawai Anar
Segalanya Mudah dan Tidak Repot Berkat JKN-KIS
BPJS Kesehatan, Ros Angriani.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Suka. Itulah kata yang menjadi pembuka perbincangan Ros Angriani saat diminta pendapatnya tentang program JKN-KIS, di RS Hermina Makassar. Ros sapaan akrab ibu satu anak ini mengungkapkan bahwa dirinya telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

Ros dan keluarga sudah terdaftar menjadi peserta sejak awal mula hadirnya BPJS Kesehatan, tetapi Ros baru pertama kali memanfaatkan kartu KISnya di bulan Februari tahun 2019. Ros terkena penyakit stroke dan hipertensi yang mengharuskannya dirawat selama seminggu di RS Hermina.

“Selama dirawat di RS Hermina tidak ada sepeserpun biaya yang saya keluarkan. Pelayanan yang saya dapatkan pun sesuai hak kelas dan sangat bagus. Sama sekali tidak repot dan tidak ada perbedaan yang saya rasakan walaupun banyak yang beredar bahwa peserta JKN-KIS biasanya mendapat pelayanan yang kurang bagus tapi nyatanya saya tidak mengalami. Tidak sia-sia rasanya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS”, kata Ros.

Wanita yang sudah berusia senja ini juga tidak pernah alfa membayar iuran JKN-KISnya. Ia selalu mengingatkan anaknya untuk membayar iurannya setiap bulan.

Loading...

“Dari sejak pertama kali daftar menjadi peserta JKN-KIS niat saya memang hanya ingin membantu orang lain dari iuran yang saya bayarkan, saya sangat suka dengan program JKN-KIS ini karena banyak membantu masyarakat termasuk saya sendiri yang telah merasakan, Alhamdulillah,” cerita Ros.

Ros sendiri tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan terkena stroke. Walaupun sedih dengan penyakit yang dideritanya, tapi Ros harus tetap tegar dengan kondisinya dan bersyukur karena seluruh pengobatannya telah ditanggung JKN-KIS termasuk biaya kontrol rutin yang harus dilakukannya.

Penyakit stroke adalah penyakit yang menyerang bagian syaraf pada otak yang disebabkan oleh pecahnya atau penyumbatan pembuluh darah. Stroke merupakan kegawatan medis. Laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2014 menunjukkan bahwa stroke naik dari peringkat keempat menjadi penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Maka dari itu, penting untuk bisa mendapatkan pertolongan medis yang tepat sebelum terlambat.

Loading...
Loading...