Rabu, 23 Oktober 2019 08:00 WITA

Lebih Dekat Dengan Masyarakat Berkat Jadi Kader JKN-KIS

Editor: Adil Patawai Anar
Lebih Dekat Dengan Masyarakat Berkat Jadi Kader JKN-KIS

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menjadi Kader JKN-KIS tidak pernah terlintas dalam benak Sandy Febrisak. Tetapi dedikasinya yang begitu tinggi demi keberlangsungan program JKN-KIS membuat Laki-laki yang berusia 28 tahun dan pernah menjadi PTT (Pegawai Tidak Tetap) Kantor Cabang Makassar ini menjadi salah satu kader terbaik pengumpul iuran di Kedeputian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawasi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Saat ditemui, Sandy yang sudah tidak asing lagi dengan Duta dan Lingkungan BPJS Kesehatan Cabang Makassar dengan senang hati dan semangat menceritakan pengalamannya yang telah menjadi Kader JKN sejak Oktober 2018. 

“Entah kenapa sejak mengenal program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan membuat saya punya passion tersendiri. Saya ingin semua warga Indonesia itu sadar betapa pentingnya memiliki Jaminan Kesehatan. Apalagi Jaminan Kesehatan seperti program JKN-KIS ini. Walaupun sudah bukan menjadi Duta BPJS Kesehatan, setidaknya mungkin dengan menjadi Kader JKN saya masih bisa sedikit berkontribusi dalam program ini”, ucap Sandy.

Sandy menambahkan, pengalamannya menjadi Kader JKN semakin membuatnya dekat dengan masyarakat khususnya warga Kelurahan Mangasa. Walaupun awalnya sempat terjadi penolakan dan ketidakpercayaan lambat laun akhirnya Sandy berhasil merebut hati para warga Kelurahan Mangasa.

Loading...

Sempat menjadi PTT Frontliner menjadi kelebihan tersendiri bagi Sandy. Pengalamannya menangani peserta dan pengetahuannya yang lebih terkait Program JKN-KIS membuat Sandy lebih mudah menjelaskan ke masyarakat. 

“Mesikupun dulu saya sudah terbiasa melayani peserta di Kantor, tetapi terjun ke masyarakat sangat jauh berbeda. Saya bisa katakan bahwa banyak perbedaan di lapangan yang dihadapi. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Salah satu pengalaman yang membuat saya paling sedih adalah ketika ada seorang ibu yang memiliki anak dan saat itu ibu dan anak tersebut memiliki tunggakan yang cukup besar. Tetapi, karena  kondisi kehidupannya yang memang kurang mampu apalagi setelah ditinggal sang suami, ibu dan anak tersebut hanya bertahan dari belas kasih keluarga dan tetangganya. Saat itu saya jadi serba salah dan sedih karena saat itu anaknya sedang sakit dan tidak ke dokter karena masalah biaya. Dalam hati saya hanya bisa berdoa untuk kebaikan ibu dan anak tersebut dan menyarankan agar mencoba mengurus kartu JKN-KIS yang dibayarkan langsung oleh pemerintah," cerita Sandy dengan mata berkaca-kaca.
 
Tidak lupa dalam setiap kunjungannya, Sandy juga selalu mendownloadkan dan mengajarkan langsung kepada peserta binaannya tentang manfaat mobile JKN yang dinilainya sangat bermanfaat dan memudahkan peserta ke depannya. Sandy juga berharap walapun suatu saat posisi kader sudah tidak diperlukan tapi semoga program JKN-KIS dapat terus berlanjut. 

Loading...
Loading...