Senin, 21 Oktober 2019 19:06 WITA

1000 Pelajar Maros Dapat Kacamata Gratis

Editor: Adil Patawai Anar
1000 Pelajar Maros Dapat Kacamata Gratis
1000 Pelajar Maros Dapat Kacamata Gratis

RAKYATKU.COM, MAROS - Sekira 1000 pelajar tingkat SD dan SMP mendapat kacamata gratis. Pembagian kacamata gratis ini merupakan hasil kerjasama Bosowa Peduli dengan organisasi nirlaba One Sight yang berbasis di Australia. Selain pembagian kacamata juga dilakukan pemeriksaan mata secara gratis di Gedung Serbaguna Pemkab Maros. Seluruh kacamata dalam bakti sosial ini disumbangkan oleh Essilor Vision Foundation.

Kegiatan yang berlangsung lima hari hingga Jumat (25/10/2019) ini akan memeriksa sekitar 1.000 mata anak usia sekolah yang telah menjalani Pra Skrining Mata sebelumnya, pada Juli hingga September 2019 lalu. Pra Skirining ini dilakukan Bosowa Peduli dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Unibos yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sulsel. Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Bosowa juga turut berpartisipasi sebagai penerjemah dalam kegiatan ini.
 
Pengarah kegiatan, Subhan Aksa mengatakan baksos ini bertujuan mendeteksi kondisi penglihatan anak usia sekolah serta dapat membantu sekitar 10.000 murid yang terdeteksi mengalami gangguan. Serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memeriksakan matanya.
 
“Baksos ini juga bagian dari tanggungjawab sosial Bosowa untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya di kabupaten Maros,” ujar Subhan Aksa yang juga wakil direktur utama Bosowa Semen.
 
Subhan menambahkan dari data yang dikantongi panitia, 10 persen dari 66 juta anak sekolah di Indonesia menderita kelainan refraksi, atau pembiasan. Kondisi ini jika tidak ditangani cepat akan mengakibatkan munculnya lapisan generasi muda yang memiliki kualitas hidup dan intelektual yang rendah.
 
“Gangguan penglihatan tentu akan memberi dampak yang buruk bagi anak dalam kehidupannya, khususnya dalam proses belajar di sekolah dan interaksi sosialnya. Hanya saja minimnya kesadaran dari orangtua akan pentingnya memeriksakan mata anaknya terbilang rendah. Maka dari itu, semoga Bosowa bisa berperan dalam meminimalisir hal tersebut,” ujarnya.
 
Ketua panitia, Mukhsin Alwy mengatakan setiap harinya peserta akan dibagi berkelompok sesuai dengan pembagian sekolahnya. Panitia akan memeriksa 200-an peserta setiap hari. Peserta akan melalui sepuluh tahapan pemeriksaan, hingga pada tahap terakhir akan membawa pulang kacamata gratis sesuai dengan tingkat gangguan mata mereka.

Tak tanggung tanggung, peserta diperiksa oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sulsel dan 24 relawan One Sight yang datang dari Perancis, Singapura, Amerika Serikat, Hongkong, Kanada, India, Finlandia, Australia dan Indonesia.

Sementara itu, Bupati Maros HM Hatta Rahman mengatakan, kecenderungan anak jaman sekarang mengalami kelainan pada mata karena paparan gadget dan laptop. Anak-anak jaman sekarang kata Hatta lebih sering main pakai gadget dari pada bermain diluar sehingga rentan terhadap kelainan mata.

“Kita berharap kegiatan ini berlanjut, jadi nanti dinas kesehatan bersama dinas pendidikan untuk melakukan pemeriksaan mara secara menyeluruh kepada seluruh siswa SD dan SMP untuk mengecek kondisi mara pelajar se-Maros,” pungkas Hatta.

Loading...
Loading...