Senin, 21 Oktober 2019 19:00 WITA

9 Santri Ponpes Masuk RS karena Telat Makan, Kemenag Bantaeng Bungkam

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Mays
9 Santri Ponpes Masuk RS karena Telat Makan, Kemenag Bantaeng Bungkam
Pintu gerbang Ponpes As'adiyah Dapoko, Eremerasa, Bantaeng.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Kemenag Kabupaten Bantaeng, saat ini belum mau angkat bicara terkait kejadian sembilan santri Pelajar Pondok Pesantren As'Adiyah Dapoko, Eremerasa, yang September 2019 lalu masuk rumah sakit.

Diduga para santri yang bersamaan sakit ini, sempat dirawat dirumah sakit itu karena terlambat makan. Apalagi, santri yang mondok di Ponpes yang dirawat di RS, bukan pertama kalinya.

Saat Rakyatku.com mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, Muhammad Yunus enggan berkomentar.

Pesan whatsapp dari tanggal 17 Oktober tidak dibalas,  meski dibaca. Saat dikirimkan pesan yang sama Senin (21/10/2019) ini belum juga dibaca hingga saat ini.

Sementara Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, belum bisa berbicara banyak. Melalui Sekretaris Kemenag Sulsel, Wahid mengaku, "kalau terkait (santri Ponpes yang sakit) itu ada bidangnya. Cuma Kabidnya (Ponpes) lagi ke Jakarta bersama pak Kepala Kanwil Kemenag," ujarnya, Senin (21/10/2019).

loading...

Sebelumnya, Pimpinan Ponpes As'adiyah Dapoko, Hamzah mengungkapkan, sembilan santrinya dilarikan ke rumah sakit karena faktor terlambat makan.

"Iya, baru-baru ini ada 9 siswa kami yang sakit. Itu karena terlambat makan. Makanan tersedia, cuma kadang anak-anak lambat (tunda) makannya," ujar dia.

Saat ini, kata dia, pihaknya memperketat aturan jadwal makan siswa yang mondok. "Jadi waktu makan, harus makan. Tidak boleh ditunda-tunda," tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam Pondok Pesantren As'Adiyah Dapoko di dalamnya ada pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dalam Ponpes itu ada 727 siswa madrasah, di mana sebagian pelajar ada yang tinggal ponpes tersebut, adapula yang tinggal bersama keluarga.

Loading...
Loading...