Jumat, 18 Oktober 2019 17:21 WITA

Turun ke Jalan, Massa di Gowa Tolak Pelantikan Jokowi

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Turun ke Jalan, Massa di Gowa Tolak Pelantikan Jokowi
Foto/Ishak Agus.

RAKYATKU.COM, GOWA - Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Sultan Hasanuddin, perbatasan Gowa-Makassar, Jumat (18/10/2019).

Mereka menolak pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan dilakukan pada 20 Oktober 2019 mendatang. 

Jenderal lapangan Muh Nurhidayat menginginkan pelantikan tersebut ditunda dan lebih mendahulukan konflik yang terjadi di Wamena.

"Kami menganggap, dari diskusi dan analisis kami, pemerintah seharusnya menyelesaikan terlebih dahulu konflik di sana. Disana itu menggoyangkan jiwa kemanusiaan kita. Khususnya warga Sulsel disana, ingin mencari nafkah, malah menjadi korban kerusuhan. Dari hasil investigasi kami, putusnya jaringan disana. Sehingga kami kesulitan mencari data-data selanjutnya di Wamena di sana," kata Hidayat.

Loading...

Menurutnya, konflik yang berujung pada pembantaian kepada warga pendatang di Wamena menjadi perhatian serius. Untuk itu, Aksi yang dilakukan oleh Gerak Misi merupakan aksi yang kesekian kalinya mereka turun ke jalan.

Selain menolak pelantikan Jokowi, sebanyak empat tuntuan yang mereka sampaikan dalam orasinya. Diantaranya melakukan penindakan kerusuhan di Wamena, meminya kepada Kapolri untuk kasus kerusuhan di Wamena, meminta Jokowi untuk mencopot Kapolri jika gagal dalam mengungkap pelaku kerusuhan yang berujung pembunuhan di Wamena, dan meminta jaminan keamanan bagi warga pendatang, maupun warga lokal di Wamena.

Aksi tersebut akan terus dilakukan hingga waktu yang tidak ditentukan. Dalam aksinya, mereka juga membakar satu ban bekas di jalan tersebut. Aparat kepolisian juga tampak berjaga-jaga di lokasi saat unjuk rasa berlangsung.

Loading...
Loading...