Kamis, 17 Oktober 2019 10:01 WITA

Muslimin: Jangan Hapuskan BPJS Kesehatan

Editor: Adil Patawai Anar
Muslimin: Jangan Hapuskan BPJS Kesehatan

RAKYATKU.COM - Maraknya aksi demonstrasi terkait isu penyesuaian kenaikan iuran yang belakangan terjadi di Kota Makassar membuat salah satu warga geram. Melalui postingannya di Media sosial, Indra Jaya Muslimin (35 tahun) mengecam aksi orang-orang ‘nyinyir’ yang dinilainya tidak bertanggung jawab tersebut.

Saat ditemui dikediamannya daerah Jalan Merak, Indra yang bekerja sebagai wiraswasta ini sangat antusias menceritakan pengalamannya sebagai peserta JKN-KIS segmen peserta pekerja mandiri (PBPU) kelas tiga yang tidak keberatan jika memang langkah penyesuaian iuran harus dilakukan.

"Harga obat itu kan tiap tahun naik, jadi wajarlah menurut saya kalau iuran BPJS Kesehatan mau dinaikkan. Toh jika dipikir-pikir iuran yang kita bayarkan sebenarnya juga tidak seberapa jika kita harus membayar umum di Rumah Sakit. Bayangkan saja hanya BPJS Kesehatan asuransi yang bisa menanggung segala jenis penyakit seperti cuci darah, jantung dan penyaki berat lainnya yang tentu berbiaya mahal," ungkap Indra.

Ayah dari dua orang anak ini juga begitu bersyukur dengan hadirnya program JKN-KIS di Indonesia. Baginya program JKN-KIS sangatlah membantu masyarakat utamanya bagi Indra dan keluarga yang sudah sering memanfaatkan kartu KIS bahkan Indra menganggap program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan tidak ada kekurangan sama sekali.

"Bagi saya dan keluarga program JKN ini sangat membantu. Saya dan keluarga sudah sering masuk Rumah Sakit dan berkat kartu KIS Alhamdulillah tidak ada 1 rupiah pun yang kami keluarkan. Pelayanan di Rumah Sakit pun juga sangat baik yang penting kita ikuti prosedurnya," jelas Indra.

Loading...

Pria yang saat ini tengah menjalani pola hidup sehat dan telah berhasil mengurangi 20 kg lebih bobot tubuhnya ini juga menambahkan, aksi-aksi demo yang menginginkan agar BPJS Kesehatan dihapuskan mungkin saat ini belum pernah merasakan istri dan anaknya yang sakit dan membutuhkan banyak biaya.

Suami dari Marista Yen ini hanya berharap agar kedepan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit harus lebih maksimal melayani masyarakat. 

"Tidak ada perbedaan antara pasien umum dan pasien JKN serta BPJS Kesehatan jangan pernah bosan untuk terus memperbaiki sistem yang ada agar kedepannya bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

Loading...
Loading...