Selasa, 15 Oktober 2019 19:15 WITA

Pembagian AKD DPRD Makassar Dianggap Tak Adil

Penulis: Syukur
Editor: Andi Chaerul Fadli
Pembagian AKD DPRD Makassar Dianggap Tak Adil

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pembagian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Makassar dianggap tidak berjalan mulus. Pembagian AKD mendapat protes dari salah satu fraksi yang telah terbentuk.

Fraksi Nurani Indonesia Bangkit (NIB) menilai pembagian keanggotaan AKD mesti dibahas kembali masing-masing fraksi. Sebab dianggap tidak mempertimbangkan unsur pemerataan dan keadilan.

"Awal pembentukan AKD dan non-AKD Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Badan Musyawarah dan Badan Kehormatan Dewan, sebenarnya sudah terbagi habis. Tapi dalam perkembangan, tiba-tiba ini fraksi kami hanya diberikan lima saja di AKD ini," ujar Ketua Fraksi NIB, Muh Yunus, Selasa (15/10/2019).

Dengan perubahan tersebut, Yunus menilai fraksinya dirugikan. Padahal, kata Yunus, jumlah anggota fraksi NIB ada enam orang, seperti halnya dengan jumlah kursi di kubu Nasdem, Demokrat PDI-Perjuangan, Golkar.

"Berarti tentunya kami dirugikan. Ada satu anggota saya tidak masuk di AKD itu. Saya akan melakukan rapat hari ini dengan teman-teman di fraksi," tambah legislator inkamben ini. 

Yunus menyebut paham dengan tata tertib dewan dimana ada poin yang mengatur setengah daripada Banggar dan Bamus tidak boleh lebih dari 25 anggota. Namun menurutnya pembagian keanggotaan AKD harus adil dan merata.

Loading...

"Partai pemenang kan dapat tiga, kemudian ada unsur pimpinannya satu jadi empat. Sedangkan kami yang berjumlah enam ini cuma dikasih dua di Banggar dan di Bamus. Sedangkan empat partai mendapat tiga, ditambah unsur pimpinannya satu sehingga perwakilan mereka menjadi empat," jelasnya.

Yunus menyebut akan melakukan komunikasi dengan pimpinan DPRD Makassar. Ia pun berharap pembagian AKD dilakukan dengan adil dan merata. 

"Kita akan komunikasi dengan pimpinan DPRD kami sekarang minta untuk membicarakan ulang kembali," ungkapnya. 

Ketua DPRD Makassar, Rudiyanto Lallo yang dikonfirmasi terkait persoalan ini belum memberi jawaban konfirmasi yang dilayangkan.

Loading...
Loading...