Senin, 14 Oktober 2019 13:19 WITA

Akibat Terlambat Makan, 9 Santri Ponpes di Bantaeng Dilarikan ke RS

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Andi Chaerul Fadli
Akibat Terlambat Makan, 9 Santri Ponpes di Bantaeng Dilarikan ke RS

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Pelajar Pondok Pesantren As'Adiyah Dapoko, Eremerasa dikabarkan kerap sakit perut. Seorang pedagang di sekitar Ponpes mengaku jika sejumlah siswa madrasah Ponpes As'adiyah Dapoko kerap masuk rumah sakit.

Salah seorang pelajar yang enggan disebut namanya mengakui hal tersebut. "Iya, memang (baru-baru) ada pernah yang masuk rumah sakit, yang sakit itu yang tinggal di dalam (pondok). Beberapa kali terjadi, katanya sakit maag," kata dia.

Pimpinan Ponpes As'adiyah Dapoko, Hamzah juga tak membantah kabar itu. Dia mengungkapkan, pada 29 September lalu, sembilan santrinya dilarikan ke rumah sakit.

"Iya, baru-baru ini ada 9 siswa kami yang sakit. Itu karena terlambat makan. Makanan tersedia, cuma kadang anak-anak lambat (tunda) makannya," jelas dia.

Dirinya menjelaskan, untuk makan siswa yang mondok, terdapat dua macam. Ada yang komplit sebesar Rp450 ribu per bulan dan ada yang tidak komplit sebesar Rp150 ribu per bulan.

Loading...

"Semuanya sama makan 3 kali sehari, pagi, siang dan malam. Yang membedakan yang full (komplit) makanannya (nasi) dan lauk. Kalau tidak full, itu hanya nasi saja. Cuma nanti mau makan, baru anak-anak beli lauk (di luar)," kata dia.

Saat ini, kata dia, pihaknya memperketat aturan jadwal makan siswa yang mondok. "Jadi waktu makan, harus makan. Tidak boleh ditunda-tunda," tegasnya.

Diketahui, dalam Pondok Pesantren As'Adiyah Dapoko didalamnya ada pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dalam Ponpes itu ada 727 siswa madrasah, di mana sebagian pelajar ada yang tinggal  pondok Ponpes tersebut, adapula yang tinggal bersama keluarga.

Loading...
Loading...