Jumat, 11 Oktober 2019 20:03 WITA

Tiga Mantan Anggota Hak Angket DPRD Sulsel Diperiksa Polisi

Penulis: Azwar Basir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tiga Mantan Anggota Hak Angket DPRD Sulsel Diperiksa Polisi
Kadir Halid di Polrestabes Makassar, Jumat (11/10/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tiga mantan anggota panitia hak angket DPRD Provinsi Sulsel memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar sebagai saksi kasus dugaan pencemaran nama baik kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Mapolrestabes Makassar, Jumat (11/10/2019). 

Ketiganya yakni Mantan Ketua Pansus Hak Angket, Kadir Halid, anggota hak angket Arum Spink dan Mantan Ketua Banggar DPRD Sulsel periode 2014-2019 dari fraksi Golkar, Fahruddin Rangga. 

Tiga anggota dewan periode 2014-2019 ini datang tidak bersamaan. Kadir Halid lebih duluan datang bersama dengan tiga kuasa hukumnya lengkap dokumen yang ditenteng oleh kuasa hukumnya. 

Berselang setengah jam, politisi Partai Nasdem Arum Spink muncul dengan mengenakan batik hitam bermotof daun berwarna biru tua ia langsung menuju ruangan penyidik.  Lalu menyusul Mantan Ketua Banggar DPRD Sulsel periode 2014-2019 dari fraksi Golkar, Fahruddin Rangga dengan setelan kemeja batik merah marun. 

Kadir Halid sebelum masuk ruang penyidik, ia sempat menjawab beberapa pertanyaan dari awak media. Katanya, kedatangan di Polrestabes Makassar untuk memberikan kesaksian terkait kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulsel. 

"Saya datang sebagai saksi, menyangkut laporan pak Gubernur kepada saudara Jumraskita bawa barang bukti juga. Ini sama kuasa hukum dari Golkar," kata Kadir Halid. 

loading...

Kadir Halid memperlihatkan dokumen berupa hasil berita acara pemeriksaan (BAP) Jumras dan bukti rekaman saat pemeriksaan di hak angket beberapa waktu lalu. 

"Ini saya bawa bukti-buktinya, tebal. Ini semua hasil pemeriksaan kemarin Tim Pansus Hak Angket DPRD Sulsel terhadap Jumras, ada rekaman juga," jelasnya. 

Terpisah Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menjelaskan para pimpinan hak angket ini diperiksa sebagai terkait keterangan Mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras yang menuding Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menerima uang Rp 10 miliar dari pengusaha Agung Sucipto, dan Ferry untuk bisa menang pada PilgubSulsel 2018.

"Masih sebatas klarifikasi, atau saksilah," singkatnya.

Loading...
Loading...