Kamis, 10 Oktober 2019 21:06 WITA

Disbudpar Sulsel Tak Mengusulkan F8 Masuk Kalender Event Nasional

Editor: Fathul Khair Akmal
Disbudpar Sulsel Tak Mengusulkan F8 Masuk Kalender Event Nasional
Denny Irawan (Ist)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, mengusulkan sejumlah kalender event pariwisata untuk tahun 2020. 

Dari sejumlah event pariwisata tersebut, ada 35 yang diusulkan 11 kabupaten dan Kota. Kemudian diseleksi sesuai dengan persyaratan yang disebutkan oleh Kementerian Pariwisata. Diantaranya, kegiatan tersebut berlangsung secara berkesinambungan tiga tahun berturut-turut, kemudian komitmen pemerintah daerah dalam hal ini kepala daerahnya. 

"Kalau tidak ada dukungan Pemerintah daerahnya, tentu event ini tak bisa berjalan dengan baik," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Denny Irawan, Kamis (10/10/2019).

Dari 35 event tadi, menurut Denny ada sekitar 14 yang dipersentasikan. Diantaranya Beautifull Malino di Kabupaten Gowa, Kemudian Toraja Internasional Festival di Toraja, Festival Phinis di Bulukumba, Festival Takabonerate di Selayar, dan Festival Salo Karaja’e di Kota Pare-Pare. 

Diakui Denny, ada event yang tidak diusulkan, karena tidak memenuhi persyaratan dan ini dievaluasi oleh Kementerian Pariwisata. Diantaranya, F8 yang dilaksanakan di kota Makassar, kemudian juga Lovely Toraja yang berganti Toraja.

"Kemenpar memberikan beberapa catatan, termasuk F8 inikan tidak masuk karena dianggap kepala daerahnya tidak komitmen dalam pelaksanaan eventnya, dan Kemenpar sangat menyayangkan ini karena event ini sangat bagus," ungkap Denny. 

Loading...

Ia menjelaskan, F8 tidak dimasukkan karena komitmen dari kepala daerahnya tidak ada.

"Waktu di Jakarta sempat disampaikan,  tapi yang paling pertama disampaikan dari pusat kan komitmen dari daerah. Inikan Wali Kota menghilangkan F8  jadikan tidak memenuhi syarat point komitmen kepala daerah sendiri yang tidak berkomitmen seperti itu. Inilah menjadi catatan oleh pusat, karenakan pusat meminta kepada daerah dengan persyaratan-persyaratan yang diajukan kemarin antara lain komitmen kepala daerah," tegas Denny.

"Pemerintah pusat itu menilai segala event yang ada termasuk kita Makassar. Jadi mengevaluasi juga itu. Kemarin F8 tidak kita masukkan karena syaratnya tidak memenuhi. Sebenarnya masuk diusulan secara keseluruhan tapi 5 besar tidak karena komitmen kepala daerah tidak. Itupun juga dari pusat kemarin disampaikan sayang sekali karena F8 itu bagus tapi komitmen dari kepala daerah yang menjadi catatan," ujarnya.

Sedangkan, menurutnya kemilau Toraja itu tidak diusulkan karena pusat meminta sebenarnya Toraja dan Toraja Utara ini berkolaborasi .

"Yang jelas ada beberapa catatan yang diberikan dan ini penting buat daerah  untuk bisa bersinergi dalam pengembangan wilayah yang ada di situ," pungkasnya.

Loading...
Loading...