Kamis, 10 Oktober 2019 20:39 WITA

Pencuri Ternak di Barru Tertangkap, Hasil Curian Dipotong di RPH Antang

Penulis: Achmad Afandy
Editor: Fathul Khair Akmal
Pencuri Ternak di Barru Tertangkap, Hasil Curian Dipotong di RPH Antang
Pelaku pencurian sapi di Barru (oranye)

RAKYATKU.COM, BARRU - Polisi menangkap sindikat pelaku pencurian sapi di wilayah Kabupaten Barru. Salah satu pelaku yang diringkus, pria inisial N (55), warga Desa Pao-pao, Kecamatan Tanete Rilau.

Kapolres Barru, AKBP Burhaman mengatakan, N ditangkap di rumahnya pada Rabu (9/10/2019) kemarin.

"N ini merupakan otak pelaku pencurian ternak yang sudah meresahkan masyarakat Barru," kata AKBP Burhaman, Kamis (10/9/2019).

N diketahui sudah beraksi berkali-kali, bersama rekannya yang kini buron. TKP-nya antara lain, di Desa Pancana mencuri dua ekor sapi, di Desa Anabanua mencuri dua ekor sapi.

Yang lainnya, di Desa Lipukasi mencuri satu ekor sapi, dan di Desa Pao-pao mencuri dua ekor sapi.

N mencuri dengan cara memotong tali pengikat sapi, lalu menjauhkan sapi dari jangkauan pemiliknya.

N kemudian menaikkan sapi curian itu menggunakan kendaraan yang telah pelaku lainnya siapkan.

Loading...

"Hasil curian sapi itu lalu dijual N ke rumah potong hewan di wilayah Antang, Kota Makassar," ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, N dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian hewan ternak. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Sementara N mengaku mencuri sapi untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya.

N menjual sapi curian itu dengan harga murah. Kisarannya Rp5-7 juta rupiah perekor.

"Saya menyesal pak sudah mencuri," kata N dihadapan polisi sebelum diantar menuju ruang tahanan

Loading...
Loading...