Kamis, 10 Oktober 2019 20:10 WITA

DP3A Sulsel Gelar Pelatihan Pengarusutamaan Gender

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Abu Asyraf
DP3A Sulsel Gelar Pelatihan Pengarusutamaan Gender
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulsel menggelar pelatihan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan hak anak bagi anggota forum Puspa kabupaten/kota.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulsel menggelar pelatihan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan hak anak bagi anggota forum Puspa kabupaten/kota. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Oktober 2019 digelar di Hotel Best Western Plus Makassar. 

Peserta terdiri atas anggota Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) dari 10 kabupaten/kota. Di antaranya organisasi/lembaga masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha serta didampingi oleh Dinas PPPA kabupaten/kota masing-masing.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota forum Puspa kabupaten/kota yang telah terbentuk dalam hal PUG, PP, dan PUHA serta membangun sinergitas seluruh elemen masyarakat dalam merespons isu perempuan dan anak. Juga sebagai upaya mendorong terwujudnya program Three Ends di kabupaten/kota.

Kadis PPPA Sulsel, Andi Ilham Gazaling mengatakan, pentingnya seluruh elemen masyarakat bersinergi baik dengan pemerintah maupun sesama lembaga masyarakat dalam pembangunan PPPA, serta merespons secara holistik dan integratif berbagai permasalahan yang ada sehingga program nasional Three Ends yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan. 

DP3A Sulsel Gelar Pelatihan Pengarusutamaan Gender

Loading...

"Akhiri perdagangan orang dan akhiri kesenjangan ekonomi perempuan dapat terwujud dan benar-benar menunjukkan aksi nyata dalam peran dan fungsinya masing-masing," tuturnya. 

Ia juga menekankan pentingnya upaya-upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam memberikan perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak. 

Termasuk perlindungan khusus bagi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan perlakuan diskriminatif lainnya baik pada level keluarga maupun di masyarakat.

Andi Ilham Gazaling juga mendorong dunia usaha dalam hal ini termasuk perbankan untuk mulai turut serta dalam berbagai kegiatan yang bersifat pemberdayaan ekonomi masyarakat  dengan merespon isu gender dan anak yang ada di wilayah tugas masing-masing melalui dana CSR dan bantuan lainnya. 

"Kita harap seluruh anggota forum Puspa dari seluruh elemen untuk mulai bergerak secara sinergi dengan senantiasa mengedepankan lima prinsip sinergi yaitu mau berbagi, semua penting, ikhlas, transparan, dan tidak saling menyalahkan," tutupnya. 

Loading...
Loading...