Rabu, 09 Oktober 2019 09:49 WITA

Kisah Cinta Mahathir Mohamad dan Siti Hasma Difilmkan

Editor: Aswad Syam
Kisah Cinta Mahathir Mohamad dan Siti Hasma Difilmkan
Siti Hasmah dan Mahathir yang asli (kiri), dalam peran (kanan).

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Untuk memperingati enam dekade kisah cinta antara Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, sebuah film disiapkan. Film biopik cinta berjudul "Hasmah - Bila Deh Bertemu Det" akan ditayangkan akhir tahun depan.

Menampilkan Nadia Zainal Abidin sebagai Siti Hasmah dan Hasnul Rahmat sebagai Dr Mahathir, film ini akan diproduksi oleh Tune Production.

Menurut Hafiz Rozlan, direktur pelaksana, mereka akan memulai syuting 65 hari pada Maret dan akan menampilkan lokasi seperti di Perak, Kedah, Singapura, Kobe (Jepang) dan New York.

Dia mengklaim, cerita itu akan disajikan dalam bentuk aslinya dan tidak akan ada plot tambahan. Kisah nyata akan dimulai dari masa sekolah Dr Siti Hasmah saat masih muda, di mana ia bertemu dengan seorang dokter muda bernama Mahathir Mohamad.

Dilansir dari Bernama, Hafiz menambahkan, "Film ini adalah sebuah film biografi dan kisah cinta Dr Siti Hasmah, kesedihan, kepahitan dan hambatan yang dia lalui sebagai istri perdana menteri," pada upacara pra-peluncuran film, yang diresmikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia, Eddin Syazlee Shith.

Kisah Cinta Mahathir Mohamad dan Siti Hasma Difilmkan

Sutradara film itu belum ditetapkan, karena Hafiz bersikeras bahwa mereka harus mengevaluasi dan memilih satu-satunya kandidat terbaik.

Loading...

“Penulisan skrip sekarang sedang dalam proses dan diharapkan siap pada akhir bulan ini. Kami akan mengecek dengan Dr Siti Hasmah sendiri untuk memastikan keasliannya."

"Selain menjadikan biografi Dr Siti Hasmah sebagai referensi utama, kami juga akan memintanya untuk berbagi dengan kami insiden dengan Dr Mahathir yang tidak ada dalam buku ini," katanya.

Aktris Nadia Zainal mengaku surprise mendapat peran Dr Siti Hasmah. “Untuk mempersiapkan karakter ini, saya telah menghadiri kelas biola selama lebih dari sebulan, dan juga menonton video wawancara Tun (Dr Siti Hasmah) serta membaca biografinya. Saya akan bertemu langsung dengannya untuk mengenalnya lebih baik,” ujarnya.

Menurut Eddin Syazlee, film tersebut harus dilihat sebagai peningkatan pengorbanan perempuan sebagai istri seorang pemimpin, dan juga sebagai harta dan warisan bagi negara.

“Jika film yang berputar di sekitar 'Ibu Negara' seperti 'Jackie' (Amerika Serikat), Evita (Argentina) dan Habibie dan Ainun (Indonesia) dapat dibuat dengan sukses, saya percaya 'Hasmah - Bila Deh Bertemu Det ' akan diterima dengan baik domestik dan internasional juga," katanya.

Loading...
Loading...