Selasa, 01 Oktober 2019 13:58 WITA

Februari Lalu, OPM Pernah Ultimatum Bunuh Warga "Berambut Lurus"

Editor: Aswad Syam
Februari Lalu, OPM Pernah Ultimatum Bunuh Warga
Pasukan OPM

RAKYATKU.COM, PAPUA - Presiden RI, Joko Widodo menyebutkan, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang oleh negara disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berada di balik pembunuhan warga non-Papua di Wamena, Papua.

"Tadi kan sudah kita sampaikan, ada KKB yang turun ke bawah dan lakukan pembakaran-pembakaran itu. Dan ini saya sudah perintahkan ke Menko Polhukam dan TNI Polri untuk mengejar perusuh-perusuh yang belum tertangkap," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir dari Republika, Senin (30/9/2019).

Setali tiga uang dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, delapan bulan lalu, OPM sudah pernah mengeluarkan ultimatum, meminta warga non-Papua untuk meninggalkan tanah Papua.

Ultimatum itu dikeluarkan salah seorang pentolan OPM, Egianus Kogoya, Sabtu, 23 Februari 2019 malam.

Egianus menyebut, warga non-Papua yang berambut lurus dan berkulit putih, adalah mata-mata militer. Karenanya, saat itu dia mengancam akan menembak mati, jika mereka masih berada di tanah Papua.

Februari Lalu, OPM Pernah Ultimatum Bunuh Warga

Loading...

Presiden Joko Widodo sendiri, meminta warga pendatang di Wamena, Papua, agar tetap tenang dan tetap berada di Wamena. 

Alasannya, aparat keamanan telah mengamankan wilayah tersebut dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Namun kata Jokowi, bagi yang tetap ingin dievakuasi, pemerintah akan tetap melakukan evakuasi. 

Yang jelas kata orang nomor satu di RI itu, Kepala Suku Lembah Baliem, sudah memberikan jaminan keamanan bagi warga pendatang.

Sejumlah pelaku pembakaran dan pembunuhan kata Jokowi, sudah diamankan oleh aparat keamanan.

Loading...
Loading...