Senin, 30 September 2019 10:46 WITA

"Saya Hanya Lihat Satu Detik," Toko Olahraga di Selandia Baru Tayangkan Film Porno 2 Jam

Editor: Abu Asyraf
Layar promosi toko olahraga di Auckland, Selandia Baru menampilkan film porno, Minggu (29/9/2019).

RAKYATKU.COM - Seorang ibu muda kaget dengan tayangan video sebuah toko olahraga di Auckland, Selandia Baru. Film porno diputar selama dua jam.

Pemilik toko memasang televisi di luar toko, menghadap ke jalan raya. Biasanya digunakan untuk mempromosikan produk-produk baru yang dijual di toko olahraga bernama Asics tersebut.

Dilansir Reuters via New Straits Times, seorang ibu muda, Tanya Lee tengah sarapan di seberang toko. Dia bersama putranya yang berusia tujuh tahun. 

"Saya sempat melihatnya selama satu detik. Saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat," kata ibu 29 tahun tersebut. 

Dia menuturkan pemutaran video itu tak pantas dan menyinggung, serta memalukan bagi Auckland yang dikenal sebagai destinasi wisata. 

Pengunjung toko juga kaget. Video porno itu diputar Minggu pagi (29/9/2019). Tidak tanggung-tanggung, film porno itu berlangsung dua jam sebelum disadari pemilik toko.

"Ini jelas tak diharapkan siapa pun yang datang ke Queen Street pada Minggu pagi," kata petugas keamanan, Dwayne Hinagano kepada New Zealand Herald dikutip Sky News. 

loading...

Saksi mata menuturkan, film porno itu mulai dilihat oleh pengunjung yang hendak berbelanja sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. 

Asics melalui juru bicaranya menyampaikan permintaan maaf, dan menyebut ada yang sudah meretas layar di toko olahraga di Auckland Pusat. 

"Sosok tak dikenal mengakses layar di toko kami, dan kemudian menayangkan gambar tak pantas. Kami meminta maaf bagi siapa pun yang sudah melihatnya," ujarnya. 

Juru bicara itu menerangkan, mereka bekerja sama dengan mitra piranti lunak dan keamanan daring untuk memastikan insiden serupa tak terjadi lagi. 

Sementara polisi menyatakan, sejauh ini mereka belum menerima laporan tentang isu adanya peretasan di toko olahraga itu.
 

Loading...
Loading...