Kamis, 26 September 2019 06:00 WITA

Doa Agar Utang Sepenuh Gunung Terlunasi Sekaligus Dimuliakan Allah

Editor: Abu Asyraf
Doa Agar Utang Sepenuh Gunung Terlunasi Sekaligus Dimuliakan Allah
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Bagi Anda yang sedang terlilit utang, jangan bersedih. Ada doa yang sangat masyhur yang sudah dibuktikan banyak orang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan doa agar utang bisa dilunasi. Walau sepenuh gunung.

Doa ini diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib. Dengan doa ini, Allah akan memudahkan untuk melunasinya. 

Doa itu berbunyi, "Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak"

Artinya: "Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu" (HR. Tirmidzi No. 3563)

Selain berdoa, seseorang juga mesti menjaga makanannya dari yang haram. Itu salah satu syarat agar doanya dikabulkan Allah subhanahu wata'ala.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
 
Allah juga berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu." 

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. 

Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku. Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?" (HR. Muslim No 1015)

Ibnu Rajab punya pernyataan yang baik mengenai hadits di atas, "Selama seseorang mengonsumsi makanan halal, maka amalan shalih mudah diterima. Adapun bila makanan tidak halal dikonsumsi, maka sudah barang tentu amalan tersebut tidak diterima." (Jami’ul Ulum wal Hikam, 1: 260).

Agar lebih meyakinkan silakan tonton ceramah Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat berikut ini:

Loading...
Loading...

Berita Terkait