Selasa, 24 September 2019 17:01 WITA

Pejabat Haiti Lepas Tembakan ke Pengunjuk Rasa, Fotografer Terluka

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pejabat Haiti Lepas Tembakan ke Pengunjuk Rasa, Fotografer Terluka
FOTO: Reuters

RAKYATKU.COM - Seorang senator di Haiti yang mencoba membubarkan pengunjuk rasa melepaskan tembakan di luar gedung Parlemen setempat, kemarin. Akibatnya, seorang wartawan foto terluka dalam penembakan.

Senator Jean-Marie Ralph Fethiere, anggota partai yang berkuasa di Haiti, mengatakan ia bertindak membela diri setelah pengunjuk rasa oposisi menyerbu gedung Parlemen di ibu kota Port-au-Prince, dikutip dari Asia One, Selasa (24/9/2019).

"Saya membela diri saya. Pertahanan yang sah adalah hak suci," kata Fethiere kepada media setempat, seraya menambahkan dia tidak mengetahui seorang jurnalis terluka.

Fotografer yang bekerja untuk The Associated Press menderita cedera kecil di rahangnya akibat pecahan peluru, menurut seorang wartawan AFP yang bertemu dengannya.

Fotografer, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, tampak jernih tetapi kaget dan dirawat di rumah sakit.

Perdana Menteri Fritz-William Michel, yang diangkat pada akhir Juli, akan muncul bersama para menterinya di Senat untuk meratifikasi kebijakan umum, langkah penting untuk melantik pemerintahannya.

Sesi Senat ditunda tanpa batas waktu setelah insiden Senin pagi.

Presiden Haiti Jovenel Moise membatalkan perjalanannya ke New York, tempat ia akan berpartisipasi dalam Majelis Umum PBB, menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin malam.

Loading...

Dia seharusnya pergi pada hari Minggu tetapi sebelumnya mengatakan kepergiannya ditunda sambil menunggu instalasi pemerintah.

Sebelumnya pada hari Senin, beberapa ratus pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan di ibukota untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka dengan Mr Moise, mendirikan barikade di sepanjang jalan mereka.

"Kami tidak ingin mendengar tentang meratifikasi perdana menteri. Kami tidak memiliki masalah pemerintah tetapi masalah presiden: Jovenel Moise tidak kompeten," kata Didier Benel ketika ia berdiri di antara kerumunan yang terdiri terutama dari para pemuda, banyak dari mereka mengenakan topeng.

"Dia tidak bisa memimpin dan, karena itu, kesengsaraan kita jauh lebih besar."

Para pengunjuk rasa menghancurkan etalase dan jendela mobil ketika mereka melintasi lingkungan komersial ibukota.

Setidaknya dua kendaraan dibakar, menurut seorang wartawan AFP di tempat kejadian.

Pada satu titik, para demonstran bentrok dengan pihak berwenang di luar sebuah hotel tempat para anggota Parlemen dikabarkan melakukan pertemuan palsu. Toko terdekat dipecat dan dibakar.

Loading...
Loading...