Selasa, 24 September 2019 13:53 WITA

Masak Nasi Lalu Tinggalkan, 13 Rumah Rata dengan Tanah

Penulis: Zul Lallo
Editor: Aswad Syam
Masak Nasi Lalu Tinggalkan, 13 Rumah Rata dengan Tanah
Pemadam kebakaran memadamkan sisa-sisa api di Borongtala, Jeneponto. Tampak asap masih mengepul.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Selasa, 24 September 2019, sebanyak 13 rumah di Kampung Tobereka, Desa Borongtala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, rata dengan tanah. Api meluluhlantakkannya.

Api diduga berawal dari rumah Dg Bella (52). Namun, Kepala Seksi Peralatan Pemadan Kebakaran Jeneponto, Ismail, belum memastikannya. Dia hanya mengatakan, kebakaran dipicu akibat seorang warga memasak nasi lalu meninggalkannya.

Pelaksana tugas Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengatakan, kebakaran menghanguskan 13 unit rumah panggung. Rumah-rumah tersebut rata dengan tanah.

Warga setempat ada yang berusaha menyelematkan barang barangnya, namun upaya itu sia sia. Pasalnya, kobaran api terus membesar ditambah lagi dengan kencangnya angin bertiup. 

Informasi dihimpun dari Bhabinkamtibmas Desa Borongtala, Aipda Budiman bersama Babinsa Serma Yusuf, 5 mobil damkar tiba di lokasi kebakaran dibantu satu unit damkar dari Kabupaten Bantaeng.

"5 unit Damkar tiba di lokasi kebakaran. Satu unit dari Bantaeng. Dibantu warga setempat untuk memadamkan kobaran api yang menghanguskan 13 buah rumah," kata Syahrul.

Sementara informasi Syahrul, api diduga akibat korsleting arus listrik.

Menurut mantan Kapolsek Tamalatea itu, 13 rumah warga rata dengan tanah, dan sejumlah barang berharga tak dapat diselamatkan, karena besarnya kobaran api yang menjalar hingga ke rumah sekitarnya.

"13 unit rumah panggung itu rata dengan tanah. Kerugian dapat diperkirakan kurang lebih Rp1 miliar," sebutnya.

Kepala Seksi Peralatan Pemadan Kebakaran Jeneponto, Ismail mengatakan ini, merupakan kebakaran terbesar di Kampung Karanpang Pa'ja Tuberaka, Desa Borongtala.

Di tempat itu, kata dia, masih banyak titik api belum padam sepenuhnya. Sehingga masih terus dilakukan pemadaman pada bagian-bagian lain.

"Sejumlah titik api masih ada. Dan sementara masih berlangsung pemadaman. Rumah yang terbakar ada 14 unit berdasar informasi yang saya terima," kata Ismail.

Penyebab sementara kata dia, salah seorang warga setempat sedang memasak nasi dan lupa mematikan api didapurnya, kemudian ditinggalkan.

Namun kata dia, belum mengetahui secara pasti titik api tersebut bermula dari rumah siapa.

"Penyebab sementara dari informasi sedang memasak dan lupa mematikan apinya dan ditinggal pergi. Ada 14 rumah terbakar. Saya belum tahu api bermula dari rumahnya siapa," kata Ismail.

Loading...

Berikut nama-nama pemilik rumah korban kebakaran :

1. Dg Sanggu umur 80 tahun pekerjaan petani

2. Dg Gowa umur 63 tahun pekerjaan petani

3. Bojes umur 25 tahun pekerjaan petani

4. Dg Bella umur 52 tahun pekerjaan petani

5. Dg Bulu umur 53 tahun pekerjaan petani

6. Dg Moso umur 62 tahun pekerjaan petani

7. Supri umur 39 tahun pekerjaan wiraswasta

8. Dg Ngola umur 65 tahun wiraswasta

9. Dg Kanang umur 40 tahun pekerjaan tidak ada

10. Dg Tale umur 75 tahun pekerjaan Venran

11. Dg Bunga umur 73 tahun pekerjaan petani

12. Sangkala umur 33 tahun pekerjaan petani

13. Puji umur 30 pekerjaan petani.

Loading...
Loading...