Senin, 23 September 2019 01:00 WITA

Cerita Pilu Gadis Keterbelakangan Mental Diperkosa Kakek Hingga Hamil

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cerita Pilu Gadis Keterbelakangan Mental Diperkosa Kakek Hingga Hamil
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Gadis 27 tahun menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan seorang kakek di Situbondo, Jawa Timur.

Sang kakek berinisial MH (65), yang merupakan tetangga korban. Mirisnya, korban yang menderita keterbelakangan mental itu kini sudah hamil 6 bulan.

Menurut MR (43), kakak korban, fisik korban tampak berubah sejak beberapa pekan terakhir. Bagian perutnya semakin membesar. 

Awalnya, sang kakak khawatir karena mengira ada kelainan atau penyakit dalam perut adiknya. Didorong rasa penasaran, sang adik akhirnya dibawa periksa ke bidan desa setempat.

"Semalam saya bawa ke bidan, ternyata adik saya ini hamil. Usia kehamilannya sudah masuk 6 bulan. Awalnya adik saya tidak mau cerita. Tapi setelah dibujuk istri saya, akhirnya dia mau buka semuanya," kata MR kepada Detikcom.

Rupanya, aksi pencabulan MH terhadap korban terjadi beberapa bulan lalu. MH yang berstatus duda tinggal sendiri di rumahnya, Kecamatan Situbondo. Sementara korban hanya tinggal berdua dengan kakaknya, karena saat itu sang kakak belum menikah.

Loading...

"Saya sendiri baru menikah bulan April lalu. Selama ini saya memang jarang di rumah karena kerja. Kalau saya pergi, ya adik saya sendirian. Karena kondisinya begitu, adik sering main sama anak-anak," paparnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku menjalankan niat bejatnya. Saat korban sendirian, pelaku sering memanggil korban ke rumahnya dengan alasan minta pijat. Namun tak hanya disuruh memijat, saat itu pelaku diduga juga beberapa kali melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Setiap selesai menjalankan aksi bejatnya, pelaku selalu memberi korban uang Rp 10 ribu. Pelaku juga meminta agar korban tidak bercerita kepada siapapun. 

Namun perbuatan pelaku rupanya meninggalkan benih di rahim korban. Hingga akhirnya membuat kedok pelaku terbongkar dan terancam dipolisikan.

"Sekarang kan hari Minggu, jadi sekalian Senin besok akan kita laporkan ke Polres Situbondo. Pihak keluarga meminta kasus ini diselesaikan secara hukum," kata seorang warga yang mendampingi kakak korban, Taufik.

Loading...
Loading...