Minggu, 22 September 2019 17:50 WITA

Koper Bulukumpa Bikin Warga Kurang Mampu Jadi Tersenyum

Editor: Abu Asyraf
Koper Bulukumpa Bikin Warga Kurang Mampu Jadi Tersenyum
Koper Bulukumba menunjukkan kepedulian kepada warga kurang mampu.

RAKYATKU.COM - Inilah salah satu bukti ke-MahaKuasa-an Allah subhanahu wata'ala. Di antara warga yang hidup kekurangan, ada orang lain yang peduli.

Komunitas Peduli Berbagi (Koper) salah satunya. Anggota komunitas yang berasal dari latar belakang beragam terpanggil untuk berempati kepada sesama.

"Berbagi bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang kau beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kau beri."

Kalimat inilah yang menjadi motivasi terbesar mereka. Bukan jumlahnya yang penting, melainkan keikhlasannya.

Komunitas yang dibentuk pada 9 September 2019 ini sudah mulai beraksi. Kegiatan perdana mereka dilakukan Jumat (20/9/2019).

Koper Bulukumpa Bikin Warga Kurang Mampu Jadi Tersenyum

Komunitas yang diketuai Taufik Zainuddin ini mengunjungi Nenek Jamiang yang hidup sebatang kara di Tanete, Kecamatan Bulukumba, Kabupaten Bulukumba.

Rumah itu milik orang lain. Nenek Jamiang hanya diberi tumpangan.

Koper juga berbagi dengan Anwar, penderita lumpuh layu di Biroro. Lalu, Nenek Rati yang hidup bersama cucunya di rumah pinjaman berukuran 3x4 meter di atas tanah milik orang lain di Desa Barugae.

Loading...

"Insya Allah kami akan menyalurkan bantuan setiap bulan," ujar Humas Koper, Arfan Prawira kepada Rakyatku.com.

Komunitas ini terbentuk dari keprihatinan yang sama melihat masih banyaknya warga yang membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Selain masing-masing relawan menyisihkan harta untuk berbagi, Koper juga menghimpun donasi dari para dermawan yang ingin berpartisipasi.

Mereka juga mengumpulkan dana dari hasil penjualan kertas bekas. 

Koper melakukan survei terlebih dahulu sebelum menyalurkan bantuan agar tepat sasaran. Harapannya, ke depan, semakin banyak warga kurang mampu yang tersentuh bantuan.

Koper diketuai Taufik Zainuddin, bendahara Irwadiani dan Sherly Ridwan, serta Sekretaris Iqbal. 

Relawan Koper datang dari latar belakang berbeda. Ada ASN, wiraswasta, tenaga honorer, sampai pengusaha tata rias yang memiliki jiwa sosial tinggi.

 

Loading...
Loading...